Masalah aqidah merupakan dasar dan pondasi bagi agama seseorang, ia menjadi landasan setiap yang dilakukannya, dan ia juga menjadi penentu bagi kehidupan manusia.
Buku ini adalah buku yang sangat baik dan berharga, yang mengupas manhaj (metode) ber’aqidah seorang imam besar yang diikuti oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Imam asy-Syafi’i. Beliau juga dikenal sebagai pembelah sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi sallam dan satu imam madzhab yang empat.
Dasar-dasar Imam asy-Syafi’i dalam menetapkan ‘aqidah dan perbandingannya dengan Manhaj Salaf dan Mutakallimin. Apabila Madzhab Salaf memprioritaskan dalil naqli yang tertuang dalam al-Qur’an dan as-Sunnah,dan akal ikut kepadanya; madzhab Khalaf sebaliknya, mereka mendahulukan dalil ‘aqli.
Inilah dasar metode Mutakallimin yang paling utama. Karena dasar inilah, mereka menolak banyak masalah ‘aqidah yang telah jelas-jelas ditetapkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah dengan dalih masalah-masalah tersebut bertentangan dengan akal/rasio.
Perenungan dan pemahaman akal sehat yang sesuai fithrah bukanlah yang dimaksud dengan ‘aqli. Sebab, sampai kapan pun juga akal seperti itu tidak pernah bertentangan dengan syari’at, bahkan setiap apa yang dibawa oleh al-Qur’an dan as-Sunnah niscaya akan diterima oleh akal seperti ini.
Pemikiran dan pandangan yang mereka namakan dengan hal-hal yang bersifat rasional adalah dasar agama menurut pendapat mereka, dan itulah yang mereka jadikan sebagai sarana untuk menetapkan sesuatu atau menolaknya. Jadi, dalil naqli dihadapkan kepada akal. Apabila cocok (dengan akal), akan diterimanya; jika bertentangan (dengan akal), akan ditolaknya sekalipun cara penolakan mereka berbeda-beda.
Dasar-dasar Imam asy-Syafi’i dalam menetapkan ‘aqidah. Imam asy-Syafi’i memandang bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan dua sumber hukum dan rujukan bagi seorang pemberi fatwa. Oleh karena itu, Imam asy-Syafi’i ketika menetapkan unsur ’aqidah,ia memulainya dengan menyebutkan nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah dan berargumentasi dengan keduanya untuk menghadapi para penentangnya. Tidak kita temukan bahwa Imam asy-Syafi’i melakukan takwil terhadap nash-nash itu dan tida pula kita dapati bahwa beliau mengembalikan nash-nash itu kepada penafsiran dan pendapat ahli ilmu kalam.
Imam asy-Syafi’i melihat bahwa dalam syari’at kedudukan as-Sunnah seperti kedudukan al-Qur’an. Maka dari itu, apa yang ditetapkan dalam as-Sunnah seperti apa yang ditetapkan dalam al-Qur’an.begitu pula sebaliknya, apa yang diharamkan oleh as-Sunnah sama dengan apa yang diharamkan dalam al-Qur’an.
Seperti itulah sedikit gambaran ‘aqidah Imam asy-Syafi’i. Bagaimana beliau berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dalam ber’aqidah.
Buku ini sangat penting dimiliki dan dibaca kaum Muslimin, baik dia khatib dan juru dakwah ataupun para penuntut ilmu dan orang awam, terlebih lagi di negeri kita yang mayoritas adalah pengikut madzhab Syafi’i. Buku ini juga membahas biografi, riwayat pendidikan dan kegiatan keilmuannnya. Dan yang paling penting adalah membahas metodelogi Imam asy-Syafi’i dalam ber’aqidah.
Keterangan :
Penulis : Dr.Muhammad bin ‘Abdul Wahab al-’Aqil
Penerbit : Pustaka Imam Syafi’i
Fisik : 17 X 24cm,XX + 658 Lembar B/W,Hard Cover, 1,2 kg
beli disini ( http://www.tokoihya.com/produk/details/491/34/aqidah/pustaka-muslim/manhaj-aqidah-imam-syafi%27i.html )
Popularity: 20% [?]
Komentar