<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blog.muslimjogja.com</title>
	<atom:link href="http://blog.muslimjogja.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.muslimjogja.com</link>
	<description>info muslim dan produk islami</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Apr 2012 02:18:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pemenang Undian Periode April 2012</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/info/pemenang-undian-periode-april-2012/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/info/pemenang-undian-periode-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 06:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Alhamdulillah setelah menyeleksi beberapa review yang Anda tulis, kami memilih 3 orang ( dengan username) yang berhak mendapatkan hadiah dari kami : Abdillah Dengan review : -          http://muslimjogja.com/busana/details/1446/146/vcd,mp3,software/panduan/vcd-panduan-tartil-murattal-anak-anak-juz-%E2%80%98amma.html -          http://muslimjogja.com/busana/details/1449/146/vcd,mp3,software/panduan/vcd-al-mawarits-bagaimana-islam-mengatur-warisan.html Abu Ibrahim Dengan review : -          http://muslimjogja.com/busana/details/423/39/doa&#38;wirid/buku-islam/dzikir-pagi-petang-dan-sesudah-shalat-fardhu.html Eko Dengan review : -          http://muslimjogja.com/busana/details/694/47/buku-islam/syarah-arbain-an-nawawi.html Untuk mendapatkan hadiah,silahkan ikuti langkah – langkah berikut : Klik link [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah</p>
<p>Alhamdulillah setelah menyeleksi beberapa review yang Anda tulis, kami memilih 3 orang ( dengan username) yang berhak mendapatkan hadiah dari kami :</p>
<ul>
<li>Abdillah</li>
</ul>
<p>Dengan review :</p>
<p>-          <a href="http://muslimjogja.com/busana/details/1446/146/vcd,mp3,software/panduan/vcd-panduan-tartil-murattal-anak-anak-juz-%E2%80%98amma.html">http://muslimjogja.com/busana/details/1446/146/vcd,mp3,software/panduan/vcd-panduan-tartil-murattal-anak-anak-juz-%E2%80%98amma.html</a></p>
<p>-          <a href="http://muslimjogja.com/busana/details/1449/146/vcd,mp3,software/panduan/vcd-al-mawarits-bagaimana-islam-mengatur-warisan.html">http://muslimjogja.com/busana/details/1449/146/vcd,mp3,software/panduan/vcd-al-mawarits-bagaimana-islam-mengatur-warisan.html</a></p>
<ul>
<li>Abu Ibrahim</li>
</ul>
<p>Dengan review :</p>
<p>-          <a href="http://muslimjogja.com/busana/details/423/39/doa&amp;wirid/buku-islam/dzikir-pagi-petang-dan-sesudah-shalat-fardhu.html">http://muslimjogja.com/busana/details/423/39/doa&amp;wirid/buku-islam/dzikir-pagi-petang-dan-sesudah-shalat-fardhu.html</a></p>
<ul>
<li>Eko</li>
</ul>
<p>Dengan review :</p>
<p>-          <a href="http://muslimjogja.com/busana/details/694/47/buku-islam/syarah-arbain-an-nawawi.html">http://muslimjogja.com/busana/details/694/47/buku-islam/syarah-arbain-an-nawawi.html</a></p>
<p>Untuk mendapatkan hadiah,silahkan ikuti langkah – langkah berikut :</p>
<ol start="1">
<li>Klik link berikut : <a href="http://muslimjogja.com/busana/details/381/103/penerbit/pust-imam-syafi%5C%27i/sirah-nabi-muhammad.html">http://muslimjogja.com/busana/details/381/103/penerbit/pust-imam-syafi%5C%27i/sirah-nabi-muhammad.html</a></li>
<li>Silahkan ikuti alur keranjang belanja ( jika ingin sekalian belanja boleh saja,tapi hanya buku “Sirah Nabi Muhammad “ saja yang tidak kami hitung da lam billing</li>
<li>Setelah selesai melakukan pembelian,silahkan transfer ONGKOS KIRIM saja</li>
<li>Konfirmasi pembayaran ongkir kepada CS kami</li>
<li>Barang akan segera kami kirim setelah uang transfer ada di rekening kami</li>
<li>Jika  1 Pekan kami tidak mendapatkan order dari pemenang,maka kami akan menginfaqkan buku ini kepada organisasi/pondok/masjid atas nama pemenang</li>
</ol>
<p>Kami tim MuslimJogja.Com mengucapkan jazakumullahu khayran kepada anggota yang telah memberikan review baik yang terpilih maupun belum terpilih. Semoga yang belum terpilih bisa mendapatkan hadiah dari kami di lain kesempatan dan tidak menutup kemungkinan yang sekarang terpilih akan terpilih untuk periode berikutnya</p>
<p>Silahkan klik banner di bawah ini untuk menuju ke situs kami<br />
<a href="http://muslimjogja.com/busana/details/381/103/penerbit/pust-imam-syafi%5C%27i/sirah-nabi-muhammad.html"><img class="aligncenter" src="http://muslimjogja.com/images/ybannermuslimjogja.jpg" alt="" width="400" height="131" border="0" /></a></p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=352&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/info/pemenang-undian-periode-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fikih Asma’ul Husna</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/fikih-asmaul-husna/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/fikih-asmaul-husna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 03:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[asmaaul husna]]></category>
		<category><![CDATA[musthafa aladawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan lagi bahwa ilmu tentang nama dan sifat-Nya merupakan semulia-mulianya ilmu syar’I dan semurni-murninya tujuan agung karena berkaitan dengan semulia-mulianya dzat yaitu Allah Ta’ala. Mengenal Allah, nama-nama dan sifat-sifat serta perbuatan-perbuatan-Nya merupakan semulia-mulianya ilmu agama. Beribadah kepada-Nya merupakan sebaik-baiknya amal perbuatan dan memuji Allah melalui nama dan sifat-Nya merupakan semulia-mulianya ucapan. Itulah fondasi agama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimjogja.com/busana/details/529/34/aqidah/buku-islam/fikih-asma%27ul-husna.html"><img class="alignleft" style="margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="universe" src="http://fc08.deviantart.net/fs6/i/2005/103/a/5/Grand_Universe_by_ANTIFAN_REAL.jpg" alt="fikih asmaul husna" width="320" height="171" /></a>Tidak diragukan lagi bahwa ilmu tentang nama dan sifat-Nya merupakan semulia-mulianya ilmu syar’I dan semurni-murninya tujuan agung karena berkaitan dengan semulia-mulianya dzat yaitu Allah Ta’ala. Mengenal Allah, nama-nama dan sifat-sifat serta perbuatan-perbuatan-Nya merupakan semulia-mulianya ilmu agama. Beribadah kepada-Nya merupakan sebaik-baiknya amal perbuatan dan memuji Allah melalui nama dan sifat-Nya merupakan semulia-mulianya ucapan. Itulah fondasi agama yang lurus yaitu agama Nabi Ibrahim Alaihissalam, yang telah disepakati oleh semua nabi.</p>
<p>Mereka diutus untuk berdakwah kepada Tauhidullah (mengesakan Allah), menjelaskan jalan yang menyampaikan kepada-Nya dan balasan bagi orangyang mengikutinya. Inilah tiga landasan utama bagi setiap ajaran para nabi.</p>
<p>Dari sinilah Imam Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah berkata, “<em>Sesungguhnya dakwah para rasul berkisar pada tiga hal, yaitu memperkenalkan Allah kepada manusia lewat nama dan sifat serta perbuatan-Nya. Kedua, menjelaskan jalan yang bisa menyampaikan kepada-Nya, yaitu berdzikir, bersyukur, serta beribadah kepada-Nya yang mencakup kesempurnaan cinta dan ketundukan kepada-Nya. Ketiga, menerangkan balasan bagi mereka di surga dan kenikmatan di dalamnya dan yang paling mulia dan utama adalah ridha-Nya serta melihat kepada wajah-Nya yang Mahamulia serta ucapan salam serta berdialog dengan-Nya.</em>” (Ash-Shawaaiq Al-Mursalah 4/1489).</p>
<p>Sesungguhnya mengenal Allah, mengenal nama-nama-Nya yang baik dan sifat-sifat-Nya yang mulia merupakn cita-cita tertinggi manusia. Dia merupakan ilmu yang paling mulia dan paling tinggi serta merupakan puncak ilmu yang manusia selalu berlomba-lomba meraihnya dan hati yang baik selalu rindu kepadanya.</p>
<p>Gejala yang aneh dari kebanyakan manusia,”Bagaimana waktu terus bergulir,usia terus berjalan, sedangakan hati terus tertutup (dari mengenal Allah), tidak mencium baunya,dan dia keluar dari dunia sebagaimana dia masuk ke dalamnya, tidak merasakan kehidupan yang sejahtera. Barangsiapa yang bersemangat untuk menjadikan tujuan utamanya hanya satu saja, yaitu Allah dan langkah satu-satunya adalah keridhaan-Nya, maka dia akan meraih puncak harapannya dan menggapai semua bentuk kebahagiaan”</p>
<p><span id="more-342"></span>Mengenal Allah, mencintai dan selalu rindu kepada-Nya merupakan jalan keselamatan dan keberuntungan bagi para pejalan serta pencarinya. “Berjalan menuju Allah Ta’ala lewat jalan nama dan sifat-Nya adalah perkara luar biasa. Orang yang melakukannya telah mendapatkan kebahagiaan, meski dia hanya berbaring dia atas pembaringan, tanpa lelah dan letih. Jalan tersebut tidak memalingkannya dari negeri dan tempat tinggalnya” (Thariq Al-Hijratain hlm. 393-394).</p>
<p>Sesungguhnya ilmu tentang nama dan sifat Allah merupakan ilmu yang diberkahi, memiliki banyak pelajaran berharga, dan manfaat yang banyak, bermacam-macam buah dan pengaruhnya. Tampak jelas keutamaan ilmu ini dan keagungan manfaatnya dari banyak sisi:</p>
<p>Pertama: Sesungguhnya ilmu ini adalah semulia-mulianya ilmu, seutama-utamanya, dan setinggi-tingginya kedudukan. Keutamaan suatu ilmu dilihat dari sisi kandungan ilmu tersebut. Tidak ada ilmu yang lebih mulia daripada ilmu tentang nama dan sifat-Nya yang tercantum dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa salam.</p>
<p>Kedua: Mengenal Allah dan memahami ilmu ini mengantarkan seorang hamba untuk mencintai-Nya, mengagungkan, dan memuliakan-Nya, selalu takut dan berharap kepadanya, serta mengikhlaskan amal perbuatan untuk-Nya. Ketika pengenalan hamba terhadap Allah sudah menguat, maka sungguh besar pengagungannya terhadap Allah, ketundukannya kepada syariat-Nya, serta konsistensinya untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.</p>
<p>Ketiga: Sesungguuhnya Allah Ta’ala mencintai nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan mencintai pengaruhnyadalam diri makhluk-Nya. Ini merupakan bagian dari kesempurnaan-Nya. Dia witir (Mahaganjil) yang mencintai sesuatu yang witir, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, Maha Alim (Mengetahui) yang mencintai para ulama, Dia Mahadermawan yang mencintai kedermawanan, Mahakuat yang lebih mencintai orang mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah, Maha Pemalu yang mencintai orang yang memiliki rasa malu, Maha Menerima Taubat yang mencintai orang yang bertaubat, Maha Bersyukur yang mencintai orang yang bersyukur, Mahajujur yang cinta kepada orang yang jujur, Mahabaik yang cinta kepada orang-orang yang berbuat baik, Maha Kasih Sayang yang cinta kepada orang-orang yang berkasih sayang dan Dia mengasihi hamba-hamba-Nya yang suka mengasihi, Maha Penutup yang cinta kepada orang yang menutup aurat para hamba-Nya, Maha Pemaaf yang cinta kepada orang yang memaafkan, Mahabaik yang cinta kepada kebaikan dan orang yang berbuat baik, Mahaadil yang cinta kepada keadilan. Dia membalas hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat-Nya, dan pemabahasan ini amat luas yang menunjukan akan kemuliaan dan keutamaan ilmu ini.</p>
<p>Keempat: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya dari ketiadaan dan menundukan bagi mereka apa yang di langit dan di bumi agar mereka mengenal dan menyembah-Nya.</p>
<p>Kelima: Salah satu rukun iman yang enam dan yang paling mulia, utama serta yang merupakan fondasinya adalah iman kepada Allah. Iman bukan hanya sekedar ucapan seorang hamba, “Aku beriman kepada Allah, tanpa didasari oleh pengenalan terhadap-Nya, bahkan hakikat iman kepada Allah adalh seorang hamba mengenal Rabb yang dia imani dan dia berusaha sekuat tenaga untuk mengetahui nama dan sifat-Nya hingga dia sampai derajat keyakinan.</p>
<p>Keenam: Ilmu tentang Allah Ta’ala merupakan fondasi segala hal. Sampai-sampai seorang yang berilmu tentangnya, dia selalu berdalil dengan sifat-sifat dan perbuatan-Nya akan apa yang Allah telah takdirkan dan apa yang Allah telah syariatkan dari hukum-hukum yang ada, karena Allah Ta’ala tidak berbuat, kecuali sesuai ketentuan nama dan sifat-Nya.</p>
<p>Inilah sekelumit penjelasan yang menunjukan keutamaan ilmu tentang nama dan sifat Allah serta kebutuhan mendesak kepadanya. Dalam buku ini, penulis membahas secara jelas, detail, dan sistematis tentang Asma’ul Husna dan sifat-sifat Allah yang agung dengan menyandarkan setiap pembahasannya pada dalil-dalil Al-Qur’an, sunnah Rasulullah yang shahih, dan manhaj salafus shalih yang lurus. Penulis mengawali pembahasannya dengan mukaddimah yang sangat berharga tentang kedudukan dan keutamaan ilmu yang bermanfaat ini, kaidah-kaifah penting dalam memahami asma’ dan sifat Allah, pengaruhnya terhadap penciptaan alam semesta dan peribadahan, kesesatan dan kesalahn dalam pembahasan Asma’ul Husna, dan penjelasan dari sisi ibadah serta pengaruh keimanan yang merupakan perwujudan iman terhadap nama-nama Allah.</p>
<p>dapatkan bukunya <a title="fikih asmaul husna" href="http://muslimjogja.com/busana/details/529/34/aqidah/buku-islam/fikih-asma%27ul-husna.html">disini</a></p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=342&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/fikih-asmaul-husna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Periode April MuslimJogja.Com</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/info/hadiah-periode-april-muslimjogja-com/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/info/hadiah-periode-april-muslimjogja-com/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 08:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[buku gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[undian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kami  MuslimJogja.Com ingin membagikan hadiah tiap bulan kepada anggota website kami, bagaimana caranya ?. Hanya dengan mereview produk di situs kami hadiah tersebut bisa menjadi milik Anda. Dengan memberikan review ini diharapkan anggota dapat memberikan masukan kepada pembeli dan penjual mengenai produk yang dijual, dengan begitu kami MuslimJogja.Com dapat memberikan barang – barang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 359px"><a href="http://muslimjogja.com/busana/details/381/47/buku-islam/sirah-nabi-muhammad.html"><img title="Sirah Nabi Muhammad Gratis" src="http://muslimjogja.com/images/sirah-nabi-muhammad-gratis.jpg" alt="sirah nabi muhammad" width="349" height="503" /></a><p class="wp-caption-text">Hadiah bulan April : 3 Buku Sirah Nabi Muhammad, keterangan produk klik gambar</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kami  MuslimJogja.Com ingin membagikan hadiah tiap bulan kepada anggota website kami, bagaimana caranya ?. Hanya dengan mereview produk di situs kami hadiah tersebut bisa menjadi milik Anda. Dengan memberikan review ini diharapkan anggota dapat memberikan masukan kepada pembeli dan penjual mengenai produk yang dijual, dengan begitu kami MuslimJogja.Com dapat memberikan barang – barang yang lebih bermanfaat</p>
<p>Bagaimana caranya ?</p>
<ol>
<li>Login atau mendaftar sebagai anggota di <a title="muslim jogja" href="http://muslimjogja.com">MuslimJogja.Com</a></li>
<li>Search produk yang ingin Anda review</li>
<li>Klik produk tersebut dan scroll ke bawah hingga terdapat tAnda bintang dan form review</li>
<li>Silahkan rating dan review produk yang Anda pilih</li>
<li>kirim link produk yang Anda review ke cs@muslimjogja.com</li>
</ol>
<p>Aturan main :</p>
<ol>
<li>Review product minimal  50 kata dan orisinil dan harus memberikan rating</li>
<li>MuslimJogja.Com berhak mengedit tulisan review Anda maupun memutuskan untuk meremove tulisan review Anda</li>
<li>Anggota yang pernah membeli barang<a title="" href="#_edn1">[i]</a>  yang direview akan mendapatkan 5 poin/review sedangkan anggota yang belum pernah beli barang yang direview akan mendapatkan 2 poin/review. Semakin banyak Anda menulis review,maka kemungkinan hadiah bisa didapatkan semakin besar!!</li>
<li>Undian akan diumumkan minggu ke III tiap bulan dan tidak dapat diganggu gugat</li>
<li>Khusus pemenang wilayah jogja dan sekitarnya hadiah dapat diambil di kantor MuslimJogja.Com, sedangkan selainnya maka barang akan dikirimkan dan biaya kirim ditanggung pemenang</li>
<li>Hadiah diambil atau dikirim 2-3 minggu setelah pengumuman pemenang.Hadiah dapat dikirim kepada orang lain</li>
</ol>
<p>Silahkan klik banner di bawah ini untuk menuju ke situs kami<br />
<span style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><a href="http://www.blogger.com/goog_921767886"><img class="aligncenter" src="http://muslimjogja.com/images/ybannermuslimjogja.jpg" alt="" width="400" height="131" border="0" /></a></span></p>
<div>
<p> Pemenang bulan April 2012</p>
<p>klik disini : http://blog.muslimjogja.com/info/pemenang-undian-periode-april-2012/</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ednref1">[i]</a> Pembelian barang di MuslimJogja.Com di bulan yang terkait. Pembagian hadiah ini berlaku mulai tanggal 11 April 2012, maka Anggota yang sudah membeli pada waktu sebelumnya mendapatkan poin yang sama dengan Anggota yang membeli di bulan April 2012, sedangkan setelahnya berlaku normal menyesuaikan bulan terkait undian</p>
</div>
</div>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=345&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/info/hadiah-periode-april-muslimjogja-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedudukan As-Sunnah dalam Syariat Islam</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/manhaj/kedudukan-as-sunnah-dalam-syariat-islam-2/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/manhaj/kedudukan-as-sunnah-dalam-syariat-islam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 02:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz yazid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Kedudukan As-Sunnah dalam pembinaan hukum Islam dan pengaruhnya dalam kehidupan kaum Muslimin mulai dari masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, para Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in sampai zaman sekarang ini dan sampai hari Kiamat merupakan suatu kenyataan yang diterima sebagai kebenaran yang pasti dan tidak perlu dibuktikan lagi serta tidak dapat diargukan. Pembinaan hukum yang luhur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimjogja.com/busana/details/344/kedudukan-as-sunnah-dalam-syari'at-islam.html"><img class="alignleft" style="margin-left: 2px; margin-right: 2px;" title="Keududukan as Sunnah dalam Syariat" src="http://3.bp.blogspot.com/-N9Ba-EBLNb8/TxwhIuX4x7I/AAAAAAAAAxY/9NfFrM0tjkk/s1600/kitab-kuning1.jpg" alt="kitab arab" width="210" height="157" /></a>Kedudukan As-Sunnah dalam pembinaan hukum Islam dan pengaruhnya dalam kehidupan kaum Muslimin mulai dari masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, para Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in sampai zaman sekarang ini dan sampai hari Kiamat merupakan suatu kenyataan yang diterima sebagai kebenaran yang pasti dan tidak perlu dibuktikan lagi serta tidak dapat diargukan.</p>
<p>Pembinaan hukum yang luhur diakui oleh para ahli ilmu di segala penjuru dunia. Kekaguman mereka menjadi bertambah apabila mempelajari As-Sunnah dengan sistem sanad yang telah dipaparkan oleh para ahli hadits, rangkaian sanad yang sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun, di samping adanya ulama yang berjuang membela As-Sunnah ada pula orang-orang yang merongrong terhadap Islam, mereka menolak As-Sunnah, meragukan hujjah As-Sunnah serta meragukan pula pengumpulan hadits dan penyampaian riwayat dari para Shahabat, Tabi’in dan orang-orang setelah mereka.</p>
<p>Perjuangan musuh-musuh Islam terus berlanjut dari zaman para Shahabat ridhwanullaahu ‘alaihim sampai hari ini. Mereka berusaha memadamkan cahaya Islam, mengahancurkan segala hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, membunuh dan memenjarakan penyebar panji Islam serta memutar-balikan fakta sejarah Islam yang benar.</p>
<p>Ironisnya, justeru para penetang Islam dewasa ini di dalamnya terdapat tokoh-tokoh yang dianggap cendikiawan yang mereka terpengaruh dan diperalat oleh musuh-musuh Islam yahudi dan Nasrani serta para orientalis yang menghancurkan Islam.<span id="more-338"></span></p>
<p>Adapun sebab-sebab terjeratnya sebagian tokoh kaum Muslimin oleh kaum orientalis Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas menentang Islam adalah:</p>
<ol>
<li>Mereka tidak menguasai hakekat Islam yang diwariskan dan tidak menelaahnya dari sumber-sumber yang asli, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih.</li>
<li>Tertipu oleh “sistematika-sistematika ilmiah yang semu” yang mengundang mereka kepada konflik.</li>
<li>Ada keinginan supaya terkenal sebagai ahli fikir, pakar atau supaya dikatakan sebagai tokoh cendekiawan, tujuannya mencari popularitas dunia.</li>
<li>Dirinya dikuasai oleh hawa nafsu sehingga pemikirannya yang sesat tidak dapat bergerak melainkan hanya mengekor kepada kaum orientalis.</li>
<li>Mereka berambisi untuk mendapatkan harta yang banyak, kedudukan dan pangkat, sehingga mereka menyembunyikan kebenaran ayat-ayat Allah.</li>
</ol>
<p>Semua Sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah upaya untuk menjelaskan Al-Qur’an. Tidak ada satu pun yang samar atau tersembunyi dari semua penjelasan yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan dunia dan akhirat, melainkan beliau telah jelaskan, ini menunjukan bahwa agama Islam sudah sempurna.</p>
<p>Dalam buku ini, penulis terangkan kedudukan As-Sunnah sebagai pembelaan terhadap As-Sunnah yang selalu dirongrong oleh musuh-musuh Islam dan orang-orang kafir, munafik, ahlul bid’ah, orientalis, dan para pengekornya. Mudah-mudahan penjelasan dalam buku ini dapat difahami, diamalkan, dan bermanfaat bagi kaum muslimin.</p>
<p>dapatkan bukunya <a title="kedudukan as Sunnah dalam syari'at islam" href="http://muslimjogja.com/busana/details/344/kedudukan-as-sunnah-dalam-syari'at-islam.html">disini</a></p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=338&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/manhaj/kedudukan-as-sunnah-dalam-syariat-islam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syeikh Mustafa al-&#8217;Adawi, Lulusan Teknik Mesin Yang Menjadi Ulama&#8217;</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/sejarah/teladan/syeikh-mustafa-al-adawi-lulusan-teknik-mesin-yang-menjadi-ulama/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/sejarah/teladan/syeikh-mustafa-al-adawi-lulusan-teknik-mesin-yang-menjadi-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 04:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Di antara dai ahli sunnah dan ulama&#8217; yang cukup terkenal dari Mesir ialah Syeikh Mustafa al-&#8217;Adawi. Dia lahir pada tahun 1945 di sebuah kampung bernama Maniah Samnud di wilayah al-Daqhaliah. Dia pernah menempuhi pendidikan di falkuti teknik tepatnya jurusan teknik mesin tahun 1977. Dia ialah di antara orang yang sangat perhatian dengan al-Quran oleh kerananya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><img class="alignleft" title="ulama sarjana teknik mesin" src="http://mechanical-engineers.regionaldirectory.us/mechanical-engineer-720.jpg" alt="syaikh musthafa al adawi" width="262" height="174" />Di antara dai ahli sunnah dan ulama&#8217; yang cukup terkenal dari Mesir ialah <strong>Syeikh Mustafa al-&#8217;Adawi</strong>. Dia lahir pada tahun 1945 di sebuah kampung bernama Maniah Samnud di wilayah al-Daqhaliah. Dia pernah menempuhi pendidikan di falkuti teknik tepatnya jurusan <strong>teknik mesin</strong> tahun 1977.</p>
<p>Dia ialah di antara orang yang sangat perhatian dengan al-Quran oleh kerananya tiga puluh juz dari al-Quran sudah ada di luar kepala beliau.</p>
<p><strong>Dari Pakar Teknik Mesin Menjadi Alim Ulama&#8217;</strong></p>
<p>Sebagaimana kebiasaan para ulama&#8217; terdahulu, dia pernah melakukan rihlah ilmiah (perjalanan dalam rangka menuntut ilmu). Dia tinggalkan kampung halaman tercinta menuju Yaman tepatnya untuk belajar dengan <strong>Syeikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i</strong>. Selama kurang lebih rentang waktu empat tahun terhitung dari 1400 H sampai 1404 H dia hadiri berbagai pelajaran ilmiah yang disampaikan oleh Syeikh Muqbil. Selama jangka waktu yang sebenarnya tidak begitu lama ini dia merasa mendapat ilmu yang demikian banyak.</p>
<p>Sekembali dari Yaman dia membina sebuah masjid kecil sebagai tempat beliau mengajarkan ilmu yang telah beliau peroleh selama ini kerana ilmu yang manfaat adalah ilmu yang diajarkan kepada orang lain, bukan hanya sekadar disimpan untuk diri sendiri. Di masjid ini dia mulai mengajarkan Sahih Bukhari, Muslim, tafsir al-Quran dan Fiqh.</p>
<p>Ketika mulai banyak penuntut ilmu yang ingin belajar ilmu-ilmu agama kepadanya baik dari Mesir ataupun di luar Mesir, dia mulai membina sebuah masjid besar dan perpustakaan yang besar pula.</p>
<p>Di samping mengajar di masjid sendiri, dia juga memiliki berbagai kajian rutin setiap pekannya di berbagai wilayah di Mesir.<strong></strong></p>
<p>Karya-karyanya</p>
<p>Di samping aktiviti mengajar, dia juga mengeluti bidang tulis-menulis. Dia cukup aktif menulis di bidang fiqh, hadis, mustahalah hadis dan tafsir. Dia punya obsesi besar untuk menulis tafsir al-Quran dalam bentuk tanya jawab. Program ini dia namai <strong>at Tashil li Ta’wil at Tanzil</strong> (cara mudah belajar tafsir al-Quran). Di antara buku yang sudah beredar di pasaran adalah tafsir untuk surah al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa’, an-Nur, al-Hujurat, al-Qashash, Yusuf, juz amma dan juz 29.</p>
<p>Dalam bidang fiqh, dia menulis kitab <strong>al Jami’ li Ahkam al Nisa’</strong> (Buku Lengkap Tentang Hukum-Hukum Seputar Wanita). Buku ini terdiri dari lima jilid dengan perincian empat jilid berisi huraian sedangkan jilid kelima berisi tanya jawab praktis tentang kandungan empat jilid sebelumnya.</p>
<p>Di samping itu, dia juga menulis buku fiqh yang bersifat umum. Judul buku tersebut adalah <strong>al Jami’ al ‘Amm fi al Fiqh wa al Ahkam</strong> (buku lengkap tentang fiqh dan hukum).</p>
<p>Karya-karyanya yang lain di antaranya adalah:</p>
<ol>
<li><em>Tarbiyah Al-Abna’ wa Thaifah min Nasha-ihi al-Athibba-i</em> (Bagaimana Nabi Mendidik Anak &#8211; Terjemahan buku Indonesia)<em></em></li>
<li><em>Ahkam An-Nikah wa Az-Zifaf</em> (Tanya Jawab Masalah Nikah Dari A Sampai Z &#8211; Terjemahan buku Indonesia)<em></em></li>
<li><em>al-Sahih al Musnad min Ahadis al-fitan wa al Malahin wa Ayrath al-Sa’ah</em> (Kumpulan hadis-hadis sahih mengenai huru hara akhir zaman)<em></em></li>
<li><em>al-Sahih al-Musnad min Adzkar al-yaum wa al Lailah</em> (Kumpulan hadis sahih mengenai zikir-zikir harian)<em></em></li>
<li><em>al-Sahih al-Musnad min fadhail al-Sahabah</em> (Kumpulan hadis sahih mengenai keistimewaan para shahabat Nabi)<em>al-Sahih al-Musnad min al-Ahadis al-Qudsiah</em> (Kumpulan hadis-hadis qudsi yang sahih)</li>
<li>Anakku Sudah Tepatkah Pendidikannya?</li>
<li>Belajar Sabar dari Manusia Pilihan</li>
<li>Berdoalah, Anda Butuh Allah</li>
<li>Bingkisan Terindah Ayah Bunda</li>
<li>Doa Pasti Diterima</li>
<li>Ensiklopedi Fikih Wanita</li>
<li>Fikih Akhlaq</li>
<li>Fikih Pendidikan Anak</li>
<li>Fiqih Birrul Walidain</li>
<li>Romantika Pergaulan Suami Istri</li>
<li>Tolak Bala dengan Istigfar</li>
</ol>
<p><span style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><a href="http://www.blogger.com/goog_921767886"><img src="http://muslimjogja.com/images/ybannermuslimjogja.jpg" alt="" width="400" height="131" border="0" /></a></span></p>
<p><a href="http://muslimjogja.com/" target="_blank">Dapatkan Buku-Buku beliau di MuslimJogja.com</a></p>
<p><em><br />
</em><em>Senantiasa dia bersungguh-sungguh dalam berdakwah, menyebarkan ilmu dan produktif menulis buku. Semoga Allah melimpahkan keberkahan untuk ilmu dan amal beliau.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=330&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/sejarah/teladan/syeikh-mustafa-al-adawi-lulusan-teknik-mesin-yang-menjadi-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Munafik Tanpa Sadar</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/muamalah/menjadi-munafik-tanpa-sadar/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/muamalah/menjadi-munafik-tanpa-sadar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 03:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyatun nafs]]></category>
		<category><![CDATA[Cuplikan]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Secara bahasa, kemunafikan (nifaq) adalah mashdar dari kata kerja nafaqa, yang juga merupakan kata turunan dari kata nafiqatul yarbu’. Nafiqatul yarbu’ sendiri berarti suatu  pintu keluar dalam sarang jerboa (sejenis tikus yang bertelinga panjang) yang dibuat tertutup rapat. Menurut istilah, kemunafikan terbagimenjadi dua. Pertama, kemunafikan yang bersifat keyakinan (nifaq I’tiqadi),yakni jika perbedaan sisi batin dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 2px;" title="munafik" src="http://4.bp.blogspot.com/_uV-V9xbklKk/THHAK2LNg7I/AAAAAAAAAHo/kjXos22wE7w/s1600/topeng.jpg" alt="menjadi munafik" width="304" height="200" />Secara bahasa, kemunafikan (nifaq) adalah mashdar dari kata kerja <em><strong>nafaqa</strong></em>, yang juga merupakan kata turunan dari kata <em>nafiqatul yarbu’</em>. <em>Nafiqatul yarbu’</em> sendiri berarti <strong>suatu  pintu keluar dalam sarang jerboa (sejenis tikus yang bertelinga panjang) yang dibuat tertutup rapat</strong>. Menurut istilah, kemunafikan terbagimenjadi dua. Pertama, kemunafikan yang bersifat keyakinan (<em><strong>nifaq I’tiqadi</strong></em>),yakni jika perbedaan sisi batin dan lahir ini terkait keyakinan dan iman.kedua, kemunafikan yang berkaitan dengan amal (<em><strong>nifaq ‘amali</strong></em>), yakni jika perbedaan sisi batin dan lahir tidak berkaitan dengan keyakinan da iman.</p>
<p>Kemunafikan yang bersifat keyakinan (<em><strong>nifaq I’tiqadi</strong></em>) adalah jenis kemunafikan yang menyebabkan pelakunya kafir dan mengeluarkannya dari wilayah keimanan. Kemunafikan jenis inilah yang dipraktikkan kaum munafik pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan banyak ayat Al-Quran turun menyinggung keberadaan mreka. Mereka yang pertama kali menciptakan kemunafikan di dalam umat ini, mengingat sebelumnya tak ada kemunafikan.</p>
<p>Kemunafikan dalam bentuk amal (<em><strong>nifaq ‘amali)</strong></em> termasuk salah satu dosa besar. Pelakunya ialah orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam mengkategorikan sebagai kemunafikan, selama ia tidak menyembunyikan kekafiran dan menampakan keimanan.</p>
<p>Kemunafikan tampil sebagai bahaya nyata yang mengancam setiap pribadi umat ini, demikian pula seluruh lapisan masyarakat.ketika mengawali surat Al-Baqarah, Allah menyebutkan ayat-ayat terkai sifat-sifat orang beriman, dua ayattentang orag kafir, dan beberapa ayat tentang orang-orang munafik, yang jumlahnya lebih banyak dari ayat-ayat terkait orang-orang beriman dan orang-orang kafir.</p>
<p>Pertama, Allah mengingatkan  Nabi-Nya bahwa orang-orang munafik adalah kelompok orang yang permusuhan mereka terhadap agama lebih perlu diwaspadai, serta perlu mendapat perhatianyang lebih daripada musuh yang jauh yangtelah diketahui dan  nyata.<span id="more-324"></span></p>
<p>Kedua, mereka melakukan perusakan yang besar di masyarakat,menebarkan kerusakan di muka bumi, dan  menodai agama tanpa ada rasa takut terhadap tuntutan pertanggungjawaban da sangsi dari kaum muslimin. Mereka telah berdusta. Sejatinya mereka adalah para perusak, namun mereka tidak menyadari. Inilah alasan-alasan yang kerapkita dengar dari mulut dusta mereka. Mereka mencetak ulama-ulama busuk, ulama-ulam a penjilat penguasa, dan ulama-ulama freemansori (baca: liberal)untuk menciptakan syubhat-syubhat di tengah kaum muslimin, membuat mereka ragu-ragu kepada agama, serta menebarkan kekacauan dalam keyakinan dan ibadah..</p>
<p>Referensi :</p>
<p><a href="http://muslimjogja.com/busana/details/2153/47/pustaka-muslim/menjadi-munafik-tanpa-sadar.html"><img class="alignnone" title="gambar buku" src="http://muslimjogja.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/Menjadi_Munafik__4f56dc8f34af6.jpg" alt="Buku http://muslimjogja.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/Menjadi_Munafik__4f56dc8f34af6.jpg" width="100" height="140" /></a></p>
<p>Keterangan :</p>
<p><strong>Pengarang:</strong> Abdurrahman bin Ali al-Arumi<br />
<strong>Penerbit:</strong> KISWAH<br />
<strong>Berat:</strong> 0,3 kg</p>
<p>50 karakter orang munafik diulas tuntas dalam buku ini.inilah buku yang sangat penting untuk disimak dan ditelaah, karena bisa untuk menguji kualitas keimanan kita. Jangan-jangan ada benih kemunafikan yang tertanam dalam hati kita, bila kita ternyata memiliki satu atau lebih dari karakter kaum munafik yang dibahas dalm buku ini, walaupun tanpa kita sadari. Selamat menelaah, semoga kita todakmenjadi neo-munafik!</p>
<p>beli buku disini : http://muslimjogja.com/busana/details/2153/47/pustaka-muslim/menjadi-munafik-tanpa-sadar.html</p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=324&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/muamalah/menjadi-munafik-tanpa-sadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Syaikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/sejarah/biografi-syaikh-utsaimin/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/sejarah/biografi-syaikh-utsaimin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 05:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu ulama kontemporer zaman ini adalah Syaikh Utsaimin,banyak sekali buku yang beliau karang dan karangan &#8211; karangan beliau tersebar luas di penjuru dunia. Berikut beberapa hal yang bisa kami sampaikan mengenai beliau. Silsilah atau Nasab Nama lengkap beliau adalah Abdillah Muhammad Bin Shalih Bin Muhammad Bin Utsaimin Al-Wahib At-Tamimi. Lahir di kota Unaizah tanggal 27 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimjogja.com"><img class="alignleft" style="margin: 2px; border: 0pt none;" title="unaizah" src="http://www.unaizah.com/photo/data/media/1/Unaizah_28_500.jpg" alt="syaikh utsaimin" width="300" height="451" /></a>Salah satu ulama kontemporer zaman ini adalah Syaikh Utsaimin,banyak sekali buku yang beliau karang dan karangan &#8211; karangan beliau tersebar luas di penjuru dunia. Berikut beberapa hal yang bisa kami sampaikan mengenai beliau.</p>
<p><span style="font-size: large;">Silsilah atau Nasab</span></p>
<p>Nama lengkap beliau adalah <strong>Abdillah Muhammad Bin Shalih Bin Muhammad Bin Utsaimin Al-Wahib At-Tamimi</strong>. Lahir di kota <strong>Unaizah</strong> tanggal 27 Ramadhan 1347 Hijriyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: large;">Pertumbuhan Beliau</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau belajar membaca Al-Qur’an kepada kakeknya dari ibunya yaitu <strong>Abdurrahman Bin Sulaiman Ali Damigh Rahimahullah</strong>, hingga beliau hafal. Sesudah itu beliau mulai mencari ilmu dan belajar khat (ilmu tulis menulis), ilmu hitung dan beberapa bidang ilmu sastra.</p>
<p><strong>Syaikh Abdurrahman As-Sa’di</strong> Rahimahullah menugaskan kepada 2 orang muridnya untuk mengajar murid-muridnya yang kecil. Dua murid tersebut adalah <strong>Syaikh Ali Ash-Shalihin</strong> dan <strong>Syaikh Muhammad Bin Abdil Aziz Al-Muthawwi’</strong> Rahimahullah. Kepada yang terakhir ini beliau (<strong>syaikh Utsaimin</strong>) mempelajari kitab <strong>Mukhtasar Al Aqidah Al Wasithiyah</strong> dan <strong>Minhaju Salikin fil Fiqh</strong> karya <strong>Syaikh Abdurrahman As-Sa’di</strong> dan<strong> Al- Ajurrumiyah</strong> serta <strong>Alfiyyah.</strong></p>
<p>Disamping itu, beliau belajar ilmu faraidh (waris) dan fiqh kepada <strong>Syaikh Abdurrahman Bin Ali Bin ‘Audan</strong>. Sedangkan kepada syaikh (guru) utama beliau yang pertama yaitu <strong>Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di</strong>, beliau sempat mengkaji masalah tauhid, tafsir, hadits, fiqh, ustsul fiqh, faraidh, musthalahul hadits, nahwu dan sharaf.</p>
<p>Beliau mempunyai kedudukan penting di sisinya Syaikhnya Rahimahullah. Ketika ayah beliau pindah ke Riyadh, di usia pertumbuhan beliau, beliau ingin ikut bersama ayahnya. Oleh karena itu <strong>Syaikh Abdurrahman As-Sa’di</strong> mengirim surat kepada beliau: “Hal ini tidak mungkin, kami menginginkan Muhammad tetap tinggal di sini agar dapat bisa mengambil faidah (ilmu).” Beliau (Syaikh Utsaimin) berkata, “Sesungguhnya aku merasa terkesan dengan beliau (Syaikh Abdurrahman Rahimahullah) dalam banyak cara beliau mengajar, menjelaskan ilmu, dan pendekatan kepada para pelajar dengan contoh-contoh serta makna-makna. Demikian pula aku terkesan dengan akhlak beliau yang agung dan utama sesuai dengan kadar ilmu dan ibadahnya. Beliau senang bercanda dengan anak-anak kecil dan bersikap ramah kepada orang-orang besar. Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya yang pernah aku lihat.”</p>
<p>Beliau belajar kepada <strong>Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz</strong> -sebagai syaikh utama kedua bagi beliau- kitab Shahih Bukhari dan sebagian risalah-risalah Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah serta beberapa kitab-kitab fiqh.</p>
<p>Beliau berkata, “Aku terkesan terhadap syaikh Abdul Aziz Bin Baz Hafidhahullah karena perhatian beliau terhadap hadits dansaya juga terkesan dengan akhlak beliau karena sikap terbuka beliau dengan manusia.”</p>
<p>Pada tahun 1371 H, beliau duduk untuk mengajar di masjid Jami’. Ketika dibukanya ma’had-ma’had al ilmiyyah di Riyadh, beliau mendaftarkan diri di sana pada tahun 1372 H. Berkata Syaikh Utsaimin Hafidhahullah, “Saya masuk di lembaga pendidikan tersebut untuk tahun kedua seterlah berkonsultasi dengan Syaikh Ali Ash-Shalihin dan sesudah meminta ijin kepada Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah. Ketika itu ma’had al ilmiyyah dibagi menjadi 2 bagian, umum dan khusus. Saya berada pada bidang yang khusus. Pada waktu itu bagi mereka yang ingin “meloncat” – demikian kata mereka- ia dapat mempelajari tingkat berikutnya pada masa libur dan kemudian diujikan pada awal tahun ajaran kedua. Maka jika ia lulus, ia dapat naik ke pelajaran tingkat lebih tinggi setelah itu. Dengan cara ini saya dapat meringkas waktu.”</p>
<p>Sesudah 2 tahun, beliau lulus dan diangkat menjadi guru di ma’had Unaizah Al ‘Ilmi sambil meneruskan studi beliau secara intishab (Semacam Universitas Terbuka -red) pada fakultas syari’ah serta terus menuntut ilmu dengan bimbingan Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di.<br />
<span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span id="more-322"></span></span>Ketika Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di wafat, beliau menggantikan sebagai imam masjid jami’ di Unaizah dan mengajar di perpustakaan nasional Unaizah disamping tetap mengajar di ma’had Al Ilmi. Kemudian beliau pindah mengajar di fakultas syari’ah dan ushuludin cabang universitas Al Imam Muhammad Bin Su’ud Al Islamiyah di Qasim. Beliau juga termasuk anggota Haiatul Kibarul Ulama di Kerajaan Arab Saudi. Syaikh Hafidhahullah mempunyai banyak kegiatan dakwah kepada Allah serta memberikan pengarahan kepada para Da’i di setiap tempat. Jasa beliau sangat besar dalam masalah ini.</p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Perlu diketahui pula bahwa Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Rahimahullah telah menawarkan bahkan meminta berulang kali kepada syaikh Utsaimin untuk menduduki jabatan Qadhi (hakim), bahkan telah mengeluarkan surat pengangkatan sebagai ketua pengadilan agama di Al Ihsa, namun beliau menolak secara halus. Setelah dilakukan pendekatan pribadi, Syaikh Muhammad Bin Ibrahim pun mengabulkannya untuk menarik dirinya (Syaikh Utsaimin -red) dari jabatan tersebut.</span><br />
<span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: large;">Karya Karya Syaikh Utsaimin </span><br />
<span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><br />
</span></p>
<p>Buku-buku yag telah ditulis oleh Syaikh Utsaimin diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Talkhis Al Hamawiyah, selesai pada tanggal 8 Dzulhijah 1380 H.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tafsir Ayat Al Ahkam (belum selesai).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarh Umdatul Ahkam (belum selesai).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Musthalah Hadits.( Sudah diterjemahkan,link <a href="http://muslimjogja.com/produk/details/1841/47/pustaka-muslim/musthalah-hadist.html" target="_blank">disini</a></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> )</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Ushul min Ilmil Ushul.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fil Wudhu wal Ghusl wash Shalah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fil Kufri Tarikis Shalah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Majalisu Ar Ramadhan. ( Sudah diterjemahkan, link <a href="http://muslimjogja.com/produk/details/1928/36/fiqih/pustaka-muslim/kajian-ramadhan.html" target="_blank">disini</a> )</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">3 Landasan Agama (Syarah Tslastatul Ushul) ( Sudah diterjemahkan, link <a href="http://muslimjogja.com/produk/details/1543/syarah-tsalatsatul-ushul,-mengenal-allah,-rasul,-dinul-islam.html" target="_blank">disini</a> )</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Udhiyah wa Az Zakah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Manhaj li Muridil Hajj wal Umrah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tashil Al Faraidh.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarh Lum’atul I’tiqad.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarh Al Aqidah Al Wasithiyah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Qowaidul Mustla fi Siftillah wa Asma’ihil Husna.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Annath Thalaq Ats Tsalats Wahidah Walau Bikalimatin (belum dicetak).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Takhrij Ahadits Ar Raudh Al Murbi’ (belum dicetak).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah Al Hijab.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Ash Shalah wa Ath Thaharah li Ahlil A’dzar.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Mawaqit Ash Shalah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Sujud As Sahwi</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Aqsamil Mudayanah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Wujubi Zakatil Huliyyi.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Ahkamil Mayyit wa Ghuslihi (belum dicetak).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tafsir Ayatil Kursi ( Sudah diterjemahkan,klik <a href="http://muslimjogja.com/produk/details/1547/32/al-qur%5C%27an&amp;tafsir/pustaka-muslim/tafsir-ayat-kursi.html" target="_blank">disini </a>)</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Nailul Arab min Qawaid Ibnu Rajab (belum dicetak).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ushul wa Qowa’id Nudhima ‘Alal Bahr Ar Rajaz (belum dicetak).</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ad Diya’ Allami’ Minal Hithab Al Jawami’.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Fatawaa An Nisaa’iyyah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Zad Ad Da’iyah ilallah Azza wa Jalla.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Fatawa Al Hajj.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Majmu Al Kabir Min Al Fatawa.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Huquq Da’at Ilaihal Fithrah wa Qarraratha Asy Syar’iyah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Khilaf Bainal Ulama, Asbabuhu wa Muaqifuna Minhu.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Min Musykilat Asy Sayabab.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fil Al Mash ‘alal Khuffain.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah fi Qashri Ash Shalah lil Mubtaisin.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ushul At Tafsir.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Risalah Fi Ad Dima’ Ath Tabiiyah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">As’illah Muhimmah.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al Ibtida’ fi Kamali Asy Syar’i wa Khtharil Ibtida’.</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Izalat As Sitar ‘Anil Jawab Al Mukhtar li Hidayatil Muhtar.</span></li>
</ol>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><span style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><a href="http://www.blogger.com/goog_921767886"><img src="http://muslimjogja.com/images/ybannermuslimjogja.jpg" alt="" width="400" height="131" border="0" /></a></span></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><a href="http://muslimjogja.com/" target="_blank">Dapatkan Buku-Buku Islam di MuslimJogja.com</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Buku &#8211; buku /  Muhadharah beliau yang suda diterjemahkan : </span></div>
<ol>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">10 Hak Fitrah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Agar Hidup Anda Bahagia</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Akhlak-akhlak Mulia</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Al-Qawaidul Mutsla, Memahami Nama dan Sifat Allah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Aqidah Salaf</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Darah Kebiasaan Wanita</span><span class="Apple-tab-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; white-space: pre;"> </span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ensiklopedi Fiqih Ibadah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ensiklopedi Halal Haram dalam Islam</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ensiklopedi Zakat, Fatwa Zakat Utsaimin</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Fatwa-Fatwa Zakat</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Fikih Mudayanah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Get Closer to Allah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Jadwal Shalat</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kemudahan Memahami Sifat-sifat Allah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Mengenal Pokok-pokok Keyakinan Ahlus Sunnah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Menyikapi Beda Ulama</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pandauan, Wakaf, Hibah, dan Wasiat</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Panduan Hukum Waris</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pengantar Ilmu Tafsir </span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Penjelasan Lengkap dan Khasiat Dzikir Pagi Petang</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Politik Islam, Taliq Siyasah Syariyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Shahih Fikih Wanita, Lengkap Membahas Masalah Wanita</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sifat Shalat Nabi</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Aqidah Wasithiyah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Hadits Arbain</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Kasyfu Subhat Membongkar Akar Kesyirikan</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Kitab Tauhid jilid 1</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Kitab Tauhid jilid 2</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Lumatul Itiqad</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Mumti</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Riyadhus Shalihin 1</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Riyadhus Shalihin 2</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Riyadhus Shalihin 3</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Riyadhus Shalihin 4 selesai</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Shahih Bukhari Jilid 1</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Shahih Bukhari Jilid 2</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Shahih Bukhari Jilid 3</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Syarah Tsalatsatul Ushul, Mengenal Allah, Rasul, Dinul Islam</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tafsir Juz Amma Syaikh Utsaimin</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tafsir juz ke 30, Juz Amma</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tafsir Surat Al-Kahfi</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tafsir Surat Yaasiin</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Talkhis al-Hamawiyah</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tata Cara Qurban Tuntunan Nabi</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tata Cara Sujud Sahwi</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tuntunan Ulama dalam Menuntut Ilmu</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ulasan Tuntas tentang Tiga Prinsip Pokok</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ushul Fikih</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VCD Dialog para Dokter bersama Syaikh Utsaimin</span></li>
<li><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> Wahai Saudaraku, Inilah Aqidahmu</span></li>
</ol>
<div></div>
<p>Dan masih banyak karya-karya beliau hafidahullah ta’ala yang lain. Wallahu ‘alam.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sumber: SALAFY Edisi XIII/Sya’ban-Ramadhan/1417/1997</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Judul Asli: “Tokoh Ahlus Sunnah dari Unaizah”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sekarang beliau telah meninggal dunia. Beliau meninggal pada hari Rabu 15 Syawal 1421 Hijriyah bertepatan dengan 10 Januari 2001 dalam usia yang ke 74. Semoga Allah merahmati beliau dan memberikan balasan yang setimpal kepada beliau atas jasa-jasa beliau kepada Islam dan Muslimin.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sumber keterangan tambahan dinukil dari catatan kaki kitab Syarah Tsalasatil Ushul</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">edisi Indonesia “Penjelasan 3 Landasan Pokok yang Wajib Diketahui Setiap Muslim”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Penerbit Maktabah Al Ghuroba.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dicopy dari: <a href="http://ibnuutsaimin.blogspot.com/">http://ibnuutsaimin.blogspot.com/</a><br />
</span></p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=322&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/sejarah/biografi-syaikh-utsaimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menangkal Kesesatan Syiah Dengan 10 Jurus ( Tingkat Awam Hingga Ulama)</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/menangkal-kesesatan-syiah-dengan-10-jurus/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/menangkal-kesesatan-syiah-dengan-10-jurus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 02:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahirabbil ‘alamin atas segala nikmat dan karunia Allah. Dengan segala nikmat-Nya kita senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk meniti jalan istiqamah, alhamdulillah. Tanpa karunia dan perlindungan Allah, kita tak ada apa-apanya. Berikut ini adalah “10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi’ah” yang berisi sepuluh logika dasar untuk mematahkan akidah sesat Syi’ah. Logika-logika ini bisa diajukan sebagai bahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://muslimjogja.com/produk/details/2131/34/aqidah/pustaka-muslim/ensiklopedi-sunnah-syiah-1.html"><img class="aligncenter" title="akidah syiah" src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2008/01/tree_ahlulbayt.jpg" alt="keyakinan syiah" width="451" height="451" /></a>Alhamdulillahirabbil ‘alamin atas segala nikmat dan karunia Allah. Dengan segala nikmat-Nya kita senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk meniti jalan istiqamah, alhamdulillah. Tanpa karunia dan perlindungan Allah, kita tak ada apa-apanya.</p>
<p>Berikut ini adalah “<strong>10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi’ah</strong>” yang berisi sepuluh logika dasar untuk mematahkan akidah <strong>sesat Syi’ah</strong>. Logika-logika ini bisa diajukan sebagai bahan diskusi ke kalangan Syi’ah dari level awam, sampai level ulama. Setidaknya, logika ini bisa dipakai sebagai “anti virus” untuk menangkal propaganda dai-dai Syi’ah yang ingin menyesatkan umat Islam dari jalan yang lurus.</p>
<p>Kalau Anda berbicara dengan orang Syi’ah, atau ingin mengajak orang Syi’ah bertaubat dari<strong> kesesatan</strong>, atau diajak berdebat oleh orang Syi’ah, atau Anda mulai dipengaruhi dai-dai Syi’ah; coba kemukakan 10 logika dasar di bawah ini. Tentu saja, kemukakan satu per satu. Insya Allah, kaum Syi’ah akan kesulitan menjawab logika-logika ini, sehingga kemudian kita bisa membuktikan, bahwa ajaran mereka sesat dan tidak boleh diikuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 1: “NABI DAN AHLUL BAIT”</strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Apakah Anda mencintai dan memuliakan Ahlul Bait Nabi?” Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan mencintai Ahlul Bait merupakan pokok-pokok akidah kami.” Kemudian tanyakan lagi: “Benarkah Anda sungguh-sungguh mencintai Ahlul Bait Nabi?” Dia tentu akan menjawab: “Ya, demi Allah!”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Kalau Syi’ah benar-benar mencintai Ahlul Bait, seharusnya mereka lebih mendahulukan Sunnah Nabi, bukan sunnah dari Ahlul Bait beliau&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Lalu katakan kepada dia: “Ahlul Bait Nabi adalah anggota keluarga Nabi. Kalau orang Syi’ah mengaku sangat mencintai Ahlul Bait Nabi, seharusnya mereka lebih mencintai sosok Nabi sendiri? Bukankah sosok Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> lebih utama daripada Ahlul Bait-nya? Mengapa kaum Syi’ah sering membawa-bawa nama Ahlul Bait, tetapi kemudian melupakan Nabi?”</p>
<p>Faktanya, ajaran Syi’ah sangat didominasi oleh perkataan-perkataan yang katanya bersumber dari Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak keturunan mereka. Kalau Syi’ah benar-benar mencintai Ahlul Bait, seharusnya mereka lebih mendahulukan Sunnah Nabi, bukan sunnah dari Ahlul Bait beliau. Syi’ah memuliakan Ahlul Bait karena mereka memiliki hubungan dekat dengan Nabi. Kenyataan ini kalau digambarkan seperti: “Lebih memilih kulit rambutan daripada daging buahnya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 2: “AHLUL BAIT DAN ISTERI NABI” </strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Siapa saja yang termasuk golongan Ahlul Bait Nabi?” Nanti dia akan menjawab: “Ahlul Bait Nabi adalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.” Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana dengan isteri-isteri Nabi seperti Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Ummu Salamah, dan lain-lain? Mereka termasuk Ahlul Bait atau bukan?” Dia akan mengemukakan dalil, bahwa Ahlul Bait Nabi hanyalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Bagaimana bisa cucu-cucu Ali yang tidak pernah melihat Rasulullah dimasukkan Ahlul Bait, sementara istri-istri yang biasa tidur seranjang bersama Nabi tidak dianggap Ahlul Bait?&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Kemudian tanyakan kepada orang itu: “Bagaimana bisa Anda memasukkan keponakan Nabi (Ali) sebagai bagian dari Ahlul Bait, sementara istri-istri Nabi tidak dianggap Ahlul Bait? Bagaimana bisa cucu-cucu Ali yang tidak pernah melihat Rasulullah dimasukkan Ahlul Bait, sementara istri-istri yang biasa tidur seranjang bersama Nabi tidak dianggap Ahlul Bait? Bagaimana bisa Fathimah lahir ke dunia, jika tidak melalui istri Nabi, yaitu Khadijah <em>Radhiyallahu ‘Anha</em>? Bagaimana bisa Hasan dan Husein lahir ke dunia, kalau tidak melalui istri Ali, yaitu Fathimah? Tanpa keberadaan para istri shalihah ini, tidak akan ada yang disebut Ahlul Bait Nabi.”</p>
<p>Faktanya, dalam Surat Al Ahzab ayat 33 disebutkan: “<strong>Innama yuridullahu li yudzhiba ‘ankumul rijsa ahlal baiti wa yuthah-hirakum that-hira</strong>” (bahwasanya Allah menginginkan menghilangkan dosa dari kalian, para ahlul bait, dan menyucikan kalian sesuci-sucinya). Dalam ayat ini istri-istri Nabi masuk kategori Ahlul Bait, menurut Allah<em>Subhanahu Wa Ta’ala</em>. Bahkan selama hidupnya, mereka mendapat sebutan <em>Ummul Mu’minin</em> (ibunda orang-orang Mukmin) <em>Radhiyallahu ‘Anhunna</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 3: “ISLAM DAN SAHABAT”</strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Apakah Anda beragama Islam?” Maka dia akan menjawab dengan penuh keyakinan: “Tentu saja, kami adalah Islam. Kami ini Muslim.” Lalu tanyakan lagi ke dia: “Bagaimana cara Islam sampai Anda, sehingga Anda menjadi seorang Muslim?” Maka orang itu akan menerangkan tentang silsilah dakwah Islam. Dimulai dari Rasulullah, lalu para Shahabatnya, lalu dilanjutkan para Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, lalu dilanjutkan para ulama Salafus Shalih, lalu disebarkan oleh para dai ke seluruh dunia, hingga sampai kepada kita di Indonesia.”</p>
<p>Kemudian tanyakan ke dia:  “Jika Anda mempercayai silsilah dakwah Islam itu, mengapa Anda sangat membenci para Shahabat, mengutuk mereka, atau menghina mereka secara keji? Bukankah Anda mengaku Islam, sedangkan Islam diturunkan kepada kita melewati tangan para Shahabat itu. Tidak mungkin kita menjadi Muslim, tanpa peranan Shahabat. Jika demikian, mengapa orang Syi’ah suka mengutuk, melaknat, dan mencaci-maki para Shahabat?”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Kaum Syi’ah mencaci-maki para Shahabat dengan sangat keji. Tetapi mereka masih mengaku sebagai Muslim. Kalau memang benci Shahabat, seharusnya mereka tidak lagi memakai label Muslim&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Faktanya, kaum Syi’ah sangat membingungkan. Mereka mencaci-maki para Shahabat <em>Radhiyallahu ‘Anhum</em> dengan sangat keji. Tetapi di sisi lain, mereka masih mengaku sebagai Muslim. Kalau memang benci Shahabat, seharusnya mereka tidak lagi memakai label Muslim. Sebuah adagium  yang harus selalu diingat: “Tidak ada Islam, tanpa peranan para Shahabat!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 4: “SEPUTAR IMAM SYI’AH” </strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Apakah Anda meyakini adanya imam dalam agama?” Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan imamah menjadi salah satu rukun keimanan kami.” Lalu tanyakan lagi: “Siapa saja imam-imam yang Anda yakini sebagai panutan dalam agama?” Maka mereka akan menyebutkan nama-nama 12 imam Syi’ah. Ada juga yang menyebut 7 nama imam (versi Ja’fariyyah).</p>
<p>Lalu tanyakan kepada orang Syi’ah itu: “Mengapa dari ke-12 imam Syi’ah itu tidak tercantum nama Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali? Mengapa nama empat imam itu tidak masuk dalam deretan 12 imam Syi’ah? Apakah orang Syi’ah meragukan keilmuan empat imam mazhab tersebut? Apakah ilmu dan ketakwaan empat imam mazhab tidak sepadan dengan 12 imam Syi’ah?”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Mengapa dari ke-12 imam Syi’ah itu tidak tercantum nama Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali?&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Faktanya, kaum Syi’ah tidak mengakui empat imam madzhab sebagai bagian dari imam-imam mereka. Kaum Syi’ah memiliki silsilah keimaman sendiri. Terkenal dengan sebutan “Imam 12” atau <em>Imamah Itsna Asyari</em>. Hal ini merupakan bukti besar, bahwa Syi’ah bukan Ahlus Sunnah. Semua Ahlus Sunnah di muka bumi sudah sepakat tentang keimaman empat Imam tersebut. Para ahli ilmu sudah mafhum, jika disebut <em>Al Imam Al Arba’ah</em>, maka yang dimaksud adalah empat imam mazhab <em>rahimahumullah</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 5: “ALLAH DAN IMAM SYI’AH” <span id="more-314"></span></strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Siapa yang lebih Anda taati, Allah Ta’ala atau imam Syi’ah?” Tentu dia akan menjawab: “Jelas kami lebih taat kepada Allah.” Lalu tanyakan lagi: “Mengapa Anda lebih taat kepada Allah?” Mungkin dia akan menjawab: “Allah adalah Tuhan kita, juga Tuhan imam-imam kita. Maka sudah sepantasnya kita mengabdi kepada Allah yang telah menciptakan imam-imam itu.”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;sikap ideologis kaum Syi’ah lebih dekat kemusyrikan karena lebih mengutamakan pendapat imam-imam Syi’ah daripada ayat-ayat Allah&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Kemudian tanyakan ke orang itu: “Mengapa dalam kehidupan orang Syi’ah, dalam kitab-kitab Syi’ah, dalam pengajian-pengajian Syi’ah; mengapa Anda lebih sering mengutip pendapat imam-imam daripada pendapat Allah (dari Al Qur’an)? Mengapa orang Syi’ah jarang mengutip dalil-dalil dari Kitab Allah? Mengapa orang Syi’ah lebih mengutamakan perkataan imam melebihi Al Qur’an?”</p>
<p>Faktanya, sikap ideologis kaum Syi’ah lebih dekat ke kemusyrikan, karena mereka lebih mengutamakan pendapat manusia (imam-imam Syi’ah) daripada ayat-ayat Allah. Padahal dalam Surat An Nisaa’ ayat 59 disebutkan, jika terjadi satu saja perselisihan, kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah sikap Islami, bukan melebihkan pendapat imam di atas perkataan Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 6: “ALI DAN JABATAN KHALIFAH”</strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Menurut Anda, siapa yang lebih berhak mewarisi jabatan Khalifah  setelah Rasulullah wafat?” Dia pasti akan menjawab: “Ali bin Abi Thalib lebih berhak menjadi Khalifah.” Lalu tanyakan lagi: “Mengapa bukan Abu Bakar, Umar, dan Ustman?” Maka kemungkinan dia akan menjawab lagi: “Menurut riwayat saat peristiwa Ghadir Khum, Rasulullah mengatakan bahwa Ali adalah pewaris sah Kekhalifahan.”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Mengapa ketika sudah menjadi Khalifah, Ali tidak pernah menghujat Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman, padahal dia memiliki kekuasaan?&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Kemudian katakan kepada orang Syi’ah itu: “Jika memang Ali bin Abi Thalib paling berhak atas jabatan Khalifah, mengapa selama hidupnya beliau tidak pernah menggugat kepemimpinan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, dan Khalifah Utsman? Mengapa beliau tidak pernah menggalang kekuatan untuk merebut jabatan Khalifah? Mengapa ketika sudah menjadi Khalifah, Ali tidak pernah menghujat Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman, padahal dia memiliki kekuasaan? Kalau menggugat jabatan Khalifah merupakan kebenaran, tentu Ali bin Abi Thalib akan menjadi orang pertama yang melakukan hal itu.”</p>
<p>Faktanya, sosok Husein bin Ali <em>Radhiyallahu ‘Anhuma</em> berani menggugat kepemimpinan Dinasti Umayyah di masa Yazid bin Muawiyah, sehingga kemudian terjadi Peristiwa Karbala. Kalau putra Ali berani memperjuangkan apa yang diyakininya benar, tentu Ali <em>radhiyallahu ‘anhu</em> lebih berani melakukan hal itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 7: “ALI DAN HUSEIN”</strong></p>
<p>Tanyakan ke orang Syi’ah: “Menurut Anda, mana yang lebih utama, Ali atau Husein?” Maka dia akan menjawab: “Tentu saja Ali bin Abi Thalib lebih utama. Ali adalah ayah Husein, dia lebih dulu masuk Islam, terlibat dalam banyak perang di zaman Nabi, juga pernah menjadi Khalifah yang memimpin Ummat Islam.” Atau bisa saja, ada pendapat di kalangan Syi’ah bahwa kedudukan Ali sama tingginya dengan Husein.</p>
<p>Kemudian tanyakan ke dia: “Jika Ali memang dianggap lebih mulia, mengapa kaum Syi’ah membuat peringatan khusus untuk mengenang kematian Husein saat Hari Asyura pada setiap tanggal 10 Muharram? Mengapa mereka tidak membuat peringatan yang lebih megah untuk memperingati kematian Ali bin Abi Thalib? Bukankah Ali juga mati syahid di tangan manusia durjana? Bahkan beliau wafat saat mengemban tugas sebagai Khalifah.”</p>
<p>Faktanya, peringatan Hari Asyura sudah seperti “Idul Fithri” bagi kaum Syi’ah. Hal itu untuk memperingati kematian Husein bin Ali. Kalau orang Syi’ah konsisten, seharusnya mereka memperingati kematian Ali bin Abi Thalib<em>radhiyallahu ‘anhu</em> lebih dahsyat lagi.</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Kalau orang Syi’ah konsisten, seharusnya mereka memperingati kematian Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu ‘anhu</em> lebih dahsyat lagi&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 8: “SYI’AH DAN WANITA”</strong></p>
<p>Tanyakan ke orang Syi’ah: “Apakah dalam keyakinan Syi’ah diajarkan untuk memuliakan wanita?” Dia akan menjawab tanpa keraguan: “Tentu saja. Kami diajari memuliakan wanita, menghormati mereka, dan tidak menzalimi hak-hak mereka?” Lalu tanyakan lagi: “Benarkah ajaran Syi’ah memberi tempat terhormat bagi kaum wanita Muslimah?” Orang itu pasti akan menegaskan kembali.</p>
<p>Kemudian katakan ke orang Syi’ah itu: “Jika Syi’ah memuliakan wanita, mengapa mereka menghalalkan nikah mut’ah? Bukankah nikah mut’ah itu sangat menzalimi hak-hak wanita? Dalam nikah mut’ah, seorang wanita hanya dipandang sebagai pemuas seks belaka. Dia tidak diberi hak-hak nafkah secara baik. Dia tidak memiliki hak mewarisi harta suami. Bahkan kalau wanita itu hamil, dia tidak bisa menggugat suaminya jika ikatan kontraknya sudah habis. Posisi wanita dalam ajaran Syi’ah, lebih buruk dari posisi hewan ternak. Hewan ternak yang hamil dipelihara baik-baik oleh para peternak. Sedangkan wanita Syi’ah yang hamil setelah nikah mut’ah, disuruh memikul resiko sendiri.”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;kaum Syi’ah tidak memberi tempat terhormat bagi kaum wanita. Praktik nikah mut’ah marak sebagai ganti seks bebas dan pelacuran&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Faktanya, kaum Syi’ah sama sekali tidak memberi tempat terhormat bagi kaum wanita. Hal ini berbeda sekali dengan ajaran Sunni. Di negara-negara seperti Iran, Irak, Libanon, dll, praktik nikah mut’ah marak sebagai ganti seks bebas dan pelacuran. Padahal esensinya sama, yaitu menghamba seks, menindas kaum wanita, dan menyebarkan pintu-pintu kekejian. Semua itu dilakukan atas nama agama. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 9: “SYI’AH DAN POLITIK”</strong></p>
<p>Tanyakan ke orang Syi’ah: “Dalam pandangan Anda, mana yang lebih utama, agama atau politik?” Tentu dia akan berkata: “Agama yang lebih penting. Politik hanya bagian dari agama.” Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana kalau politik akhirnya mendominasi ajaran agama?” Mungkin dia akan menjawab: “Ya tidak bisa. Agama harus mendominasi politik, bukan politik mendominasi agama.”</p>
<p>Lalu katakan ke orang Syi’ah itu: “Kalau perkataan Anda benar, mengapa dalam ajaran Syi’ah tidak pernah sedikit pun melepaskan diri dari masalah hak Kekhalifahan Ali, tragedi yang menimpa Husein di Karbala, dan kebencian mutlak kepada Muawiyah dan anak-cucunya? Mengapa hal-hal itu sangat mendominasi akal orang Syi’ah, melebihi pentingnya urusan akidah, ibadah, fiqih, muamalah, akhlak, tazkiyatun nafs, ilmu, dll. yang merupakan pokok-pokok ajaran agama? Mengapa ajaran Syi’ah menjadikan masalah dendam politik sebagai menu utama akidah mereka melebihi keyakinan kepada Sifat-Sifat Allah?”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Ajaran Syi’ah terjadi ketika agama dicaplok (dianeksasi) oleh pemikiran-pemikiran politik. Akidah Syi’ah mirip dengan konsep <em>Holocaust</em> Zionis internasional&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Faktanya, ajaran Syi’ah merupakan contoh telanjang ketika agama dicaplok (dianeksasi) oleh pemikiran-pemikiran politik. Bahkan substansi politiknya terfokus pada sikap kebencian mutlak kepada pihak-pihak tertentu yang dianggap merampas hak-hak imam Syi’ah. Dalam hal ini akidah Syi’ah mirip sekali dengan konsep <em>Holocaust</em> yang dikembangkan Zionis internasional, dalam rangka memusuhi Nazi sampai ke akar-akarnya. (Bukan berarti pro Nazi, tetapi disana ada sisi-sisi kesamaan pemikiran).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JURUS 10: “SYI’AH DAN SUNNI”</strong></p>
<p>Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Mengapa kaum Syi’ah sangat memusuhi kaum Sunni? Mengapa kebencian kaum Syi’ah kepada Sunni, melebihi kebencian mereka kepada orang kafir (non Muslim)?” Dia tentu akan menjawab: “Tidak, tidak. Kami bersaudara dengan orang Sunni. Kami mencintai mereka dalam rangka Ukhuwah Islamiyah. Kita semua bersaudara, karena kita sama-sama mengerjakan Shalat menghadap Kiblat di Makkah. Kita ini sama-sama <em>Ahlul Qiblat</em>.”</p>
<p>Kemudian katakan ke dia: “Kalau Syi’ah benar-benar mau ukhuwah, mau bersaudara, mau bersatu dengan Sunni; mengapa mereka menyerang tokoh-tokoh panutan Ahlus Sunnah, seperti Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, istri-istri Nabi (khususnya Aisyah dan Hafshah), Abu Hurairah, Zubair, Thalhah, dan lain-lain? Mencela, memaki, menghina, atau mengutuk tokoh-tokoh itu sama saja dengan memusuhi kaum Sunni. Tidak pernah ada ukhuwah atau perdamaian antara Sunni dan Syi’ah, sebelum Syi’ah berhenti menista para Shahabat Nabi, selaku panutan kaum Sunni.”</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><strong>&#8230;Kalau Syi’ah benar-benar mau bersaudara dengan Sunni, mengapa mereka menyerang tokoh panutan Ahlus Sunnah, seperti Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman dan istri-istri Nabi?&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p>Fakta yang perlu disebut, banyak terjadi pembunuhan, pengusiran, dan kezaliman terhadap kaum Sunni di Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libanon, Pakistan, Afghanistan, dll. Hal itu menjadi bukti besar bahwa Syi’ah sangat memusuhi kaum Sunni. Hingga anak-anak Muslim asal Palestina yang mengungsi di Irak, mereka pun tidak luput dibunuhi kaum Syi’ah.</p>
<p>Hal ini pula yang membuat Syaikh Qaradhawi berubah pikiran tentang Syi’ah. Jika semula beliau bersikap lunak, akhirnya mengakui bahwa perbedaan antara Sunni dan Syi’ah sangat sulit disatukan.</p>
<p>Demikianlah “10 Jurus Dasar Penangkal Kesesatan Syi’ah” yang bisa kita gunakan untuk mematahkan pemikiran-pemikiran kaum Syi’ah. Insya Allah tulisan ini bisa dimanfaatkan untuk secara praktis melindungi diri, keluarga, dan umat Islam dari propaganda-propaganda Syi’ah. Wallahu a’lam bis-shawaab. []</p>
<p>oleh :</p>
<p><strong>AM. Waskito</strong></p>
<p>(artikel dari sebuah situs islam)</p>
<p>Merekomendasikan :</p>
<p><a href="http://muslimjogja.com/produk/details/2131/34/aqidah/pustaka-muslim/ensiklopedi-sunnah-syiah-1.html"><img class="aligncenter" title="ensiklopedi sunnah syiah" src="http://muslimjogja.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/Ensiklopedi_Sunn_4f2bfdc5ba78c.jpg" alt="buku ensiklopedi sunnah syiah" width="100" height="140" /></a></p>
<p>“<strong><em>Ensiklopedi Sunnah-Syi’ah</em></strong>,” karya Prof Dr Ali Ahmad As-Salus, Penerbit Pustaka Al Kautsar, Jakarta ( detail buku klik gambar )</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=314&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/menangkal-kesesatan-syiah-dengan-10-jurus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adab &#8211; Adab Berdo&#8217;a Dan Bedzikir</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/fikih/adab-adab-berdoa-dan-berdzikir/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/fikih/adab-adab-berdoa-dan-berdzikir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 07:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir dan Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Dzikr dan doa memiliki adab-adab yang disyariatkan  Pertama, hendaklah Anda mengetahui bahwasanya sejarah para nabi, rasul dan orang-orang sholih menyebutkan bila mereka ingin kebutuhan mereka dikabulkan oleh Alloh, maka sebelum memohon, biasanya mereka besegera melakukan hal-hal berikut; berdiri dihadapan Robb mereka dengan merapatkan barisan, menengadahkan tangan mereka dan air mata mereka mengalir di pipi. Selanjutnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimjogja.com/produk/details/1542/47/pustaka-muslim/syarah-hisnul-muslim.html"><img class="aligncenter" title="gambar berdoa" src="http://drmaza.com/home/wp-content/berdoa.jpg" alt="ada berdoa" width="425" height="246" /></a>Dzikr dan doa memiliki <strong>adab-adab</strong> yang disyariatka<strong>n </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Pertama,</strong> hendaklah Anda mengetahui bahwasanya sejarah para nabi, rasul dan orang-orang sholih menyebutkan bila mereka ingin kebutuhan mereka dikabulkan oleh Alloh, maka sebelum memohon, biasanya mereka besegera melakukan hal-hal berikut; berdiri dihadapan Robb mereka dengan merapatkan barisan, menengadahkan tangan mereka dan air mata mereka mengalir di pipi. Selanjutnya, mereka memulai bertaubat dari kemaksiatan dan keluar dari penyimpangan  yang pernah mereka lakukan. Juga, mereka memasukan kekhusyukan ke dalam hati, berpegang teguh serta merendahkan dri.</p>
<p>Lalu, mereka memulai doa dengan memuji Dzat yang mereka ibadahi, menyucikan, dan mengagungkan serta memuji segala yang menjadi kekhususan-Nya. Kemudian, mereka baru memanjatkan doa mereka.</p>
<p><strong>Kedua, </strong>hendaklah dilakukan dengan ikhlas,mengharap pahala, takut siksa, merendahkan diri dan khusyuk.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> hendaklah memohon kepada Alloh dengan azam yang kuat. Dan, janganlah ia sekali-kali mengatakan, “Jika Engkau berkenan, berilah aku.”</p>
<p><strong>Keempat, </strong>hendaklah memperkuat harapannya kepada Alloh dan jangan berputus asa dari rahmat-Nya.</p>
<p><strong>Kelima,</strong> hendaklah seseorang juga mendoakan orang-orang mukmin.</p>
<p><strong>Keenam,</strong> hendaklah memulai dengan kalimat tauhid,<span id="more-302"></span></p>
<p><strong>Ketujuh,</strong> mengucapkan doa dengan suara rendah. Sehingga, tak ada yang mendengar selain yang diajak bermunajat</p>
<p><strong>Kedelapan,</strong> apabila Anda memohon sesuatu  kepada Alloh, maka hendaklah senantiasa merendahkan diri dan menjauhi sifat sombong.</p>
<p><strong>Sembilan,</strong> hendaklah orang yang berdzikir berada dalam kondisi yang paling baik.bila ia dalam kondisi duduk, maka hendaklah ia menghadap kiblat, merendahan diri, khusyuk, tenang dan menundukan kepalanya.</p>
<p><strong>Kesepuluh,</strong> terus-menerus berdoa.</p>
<p><strong>Kesebelas,</strong> mengangkat kedua tangan sambil menghadap kiblat.</p>
<p><strong>Keduabelas,</strong> hendaklah tempat yang biasa digunakan untu berdzikir kepada Alloh itu bersih dan terhindar dari segala hal yang menyibukkan.</p>
<p><strong>Ketigabelas, </strong>hendaklah mulut orang yang berdzikir itu bersih. Apabila mulutnya mengeluarkan bau, maka hendaknya dihilangkan dengan bersiwak (menggosok gigi) atau berkumur dengan air.</p>
<p><strong>Keempatbelas,</strong> bahwasanya dzikir itu disukai dalam setiap kondisi,selain kondisi-kondisi yang dikecuaikan syariat.</p>
<p><strong>Kelimabelas,</strong> apabila diucapkan salam kepadanya, maka ia harus membalas salam tersebut, kemudian melanjutkan kembali dzikirnya.</p>
<p>diambil dari kitab di bawah ini</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://muslimjogja.com/produk/details/1542/47/pustaka-muslim/syarah-hisnul-muslim.html"><img class="alignleft" title="Buku Syarah hisnul muslim" src="http://muslimjogja.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/Syarah_Hisnul_Mu_4e723b00d833f.jpg" alt="penjelasan tentang doa" width="99" height="140" /></a></p>
<p>Kitab Syarah Hisnul Muslim yang hadir di hadapan pembaca ini adalah penjelasan kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qohtoni yang paling diminati, lengkap, mudah, dan  gambling untuk menunjukan cara berdzikir dan berdoa kepada Alloh sesuai dengan tuntunan Rosullulloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Disertai dengan takhrij hadits dan tashih dari penulis aslinya, menjadikan buku ini semakin berbobot dan sangat layak untuk dimiliki setisp muslim.</p>
<p>Keterangan :</p>
<p><strong>Harga:</strong> Rp76.000,00 ( belum diskon )<br />
<strong>Pengarang:</strong> Fariq Gasim Anuz dan Abu Zahid<br />
<strong>Penerbit:</strong> PUSTAKA AL-QOWAM<br />
<strong>Berat:</strong> 0,9 kg</p>
<p>beli ? klik <a title="buku syarah hisnul muslim" href="http://muslimjogja.com/produk/details/1542/47/pustaka-muslim/syarah-hisnul-muslim.html">disini</a> ( http://muslimjogja.com/produk/details/1542/47/pustaka-muslim/syarah-hisnul-muslim.html )</p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=302&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/fikih/adab-adab-berdoa-dan-berdzikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim</title>
		<link>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/hal-hal-yang-wajib-diketahui-setiap-muslim/</link>
		<comments>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/hal-hal-yang-wajib-diketahui-setiap-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 04:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[pustaka imam syafi'i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslimjogja.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana diketahui  oleh ummat Islam, berdasarkan  dalil-dalil syari’at dari al-Qur’an dan as-Sunnah, bahwasanya setiap amal dan ucapan seseorang akan dipandang benar dan dapat diterima jika berdasar ‘aqidah yang benar. Apabila ‘aqidahnya tidak benar, maka setiap amalan ucapannnya akan menjadi batal atau tidak sah. Risalah ini diterjemahkan dari kitab at-Tanbiihat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimat al-Ma’rifah ‘alaa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tokoihya.com/produk/details/2070/34/aqidah/pustaka-muslim/hal-hal-yang-wajib-diketahui-setiap-muslim.html?manufacturer_id=28"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="hal yang wajib diketahui" src="http://www.tokoihya.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/Hal_hal_yang_Waj_4ef94a5482271.jpg" alt="al wajibat" width="205" height="274" /></a>Sebagaimana diketahui  oleh ummat Islam, berdasarkan  dalil-dalil syari’at dari al-Qur’an dan as-Sunnah, bahwasanya setiap amal dan ucapan seseorang akan dipandang benar dan dapat diterima jika berdasar ‘aqidah yang benar. Apabila ‘aqidahnya tidak benar, maka setiap amalan ucapannnya akan menjadi batal atau tidak sah.</p>
<p>Risalah ini diterjemahkan dari kitab at-Tanbiihat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimat al-Ma’rifah ‘alaa Kulli Muslim wa Muslimah, yang ditulis secara sistematis dan disertai penjelasan yang luas oleh Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraisi.</p>
<p>Dalam risalah ini dijelaskan tiga landasan pokok yang wajib dipelajari setiap muslim dan muslimah, yaitu mengenal Allah ‘azza wa jalla, mengenal agama-Nya (Islam),dan mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi sallam. Ketiga hal itulah yang aka ditanyakan kepada setiap setiap hamba ketika ia berada di alam kubur.</p>
<p>Jika ditanya: “Siapa Rabbmu?” Maka jawablah: “Rabbku adalah Allah yang telah memeliharakudan memelihara semua makhluk di alam semesta ini dengan berbagai nikmat-Nya. Dialah yang aku ibadahi dan tidak ada yang patut diibadahi selain Dia semata.”</p>
<p>Dan jika Anda ditanya: “Apakah agamamu?” Maka jawablah: “Agamaku Islam.” Yaitu penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mengesakan-Nya, tunduk patuh kepada-Nya,mentaati-Nya, serta melepaskan diri dari kesyirikan dan  para pelakunya.</p>
<p>Dan jika Anda ditanya: “Siapa Nabimu?” Maka jawablah: “Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Muththalib bin Hasyim.” Hasyim berasal dari suku Quraisy; Quraisy berasal dari bangsa Arab; dan bangsa Arab itu sendiri merupakan keturunan Isma’il bin Ibrahim al-Khalil. Semoga shalawat dansalam senantiasa Allah curahkan kepada Isma’il ‘alaihi sallam., kepada Ibrahim ‘alaihi sallam, juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi sallam.<span id="more-292"></span></p>
<p>Risalah ini juga membahas masalah yang paling agung dan yang menjadi pondasi bagi dienul Islam, yaitu Tauhid. Hala itu karena hanya untuk mentauhidkan Allahlah, maka Dia menciptakan jindan manusia, menurunkan Kitab-Kitab-Nya, mengutus para Rasul-Nya, serta menciptakan Surga dan Neraka.</p>
<p>Keterangan :</p>
<p><span style="font-size: small;"><strong><span style="color: #888888;">Penulis</span></strong> : </span><span style="font-size: small;">Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraishi</span></p>
<p>Judul Asli : <span style="font-size: small;">at-Tanbiihaat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimaat al-Ma&#8217;rifah&#8217;alaa Kulli Muslim wa Muslimah</span></p>
<p>Penerbit : Pustaka Imam Syafii</p>
<p>Fisik : <strong><span style="font-size: small;">15,5 X 23,5 cm, 0,4 Kg, </span></strong><strong><span style="font-size: small;">XIX + 332 Lembar B/W, Soft cover</span></strong></p>
<p>beli ? klik <a href="produk/details/2070/34/aqidah/pustaka-muslim/hal-hal-yang-wajib-diketahui-setiap-muslim.html?manufacturer_id=28">disini</a> ( http://www.tokoihya.com/produk/details/2070/34/aqidah/pustaka-muslim/hal-hal-yang-wajib-diketahui-setiap-muslim.html?manufacturer_id=28 )</p>
<img src="http://blog.muslimjogja.com/?ak_action=api_record_view&id=292&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.muslimjogja.com/aqidah/hal-hal-yang-wajib-diketahui-setiap-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

