
SP-MTEP
Ia bernama Khalid. Ia tinggal di Riyadh, ibu kota Saudi Arabia.
Sesudah menamatkan pendidikan SMU nya, Khalid tentu saja memiliki cita-cita sebagaimana yang diimpikan oleh kalangan remaja modern di tanah Arab bahkan dunia Islam pada umumnya sekarang ini, untuk pergi ke luar negeri dan melanjutkan studi di negeri-negeri barat, jauh dari penglihatan dan kontrol keluarga maupun masyarakatnya. Sementara antara kedua dunia itu –barat dan masyarakat Islam- ada jurang perbedaan yang begitu mencolok.
Orang tua Khalid, bahkan sangat mendukungnya dan mau bersusah payah untuk menyiapkan berbagai hal yang akan dia perlukan, saat belajar di luar nanti. Bagi mereka belajar di luar negeri adalah kebanggaan tersendiri. Betapapun untuk itu, mereka harus merelakan anak mereka tinggal berjauhan dengan mereka, hidup di negeri asing, dan harus berjuang mengatasi segala perbedaan yang ada.
Waktu berangkat pun tiba. Sang ibu melepas putra kesayangannya itu, menciumnya dengan sedih dan perih. Si ibu mengingatkan, agar dia menghindari segala kebiasaan buruk kaum remaja di negeri orang nanti. “Jangan coba-coba melakukan hal yang dapat mencoreng kehormatan keluarga kita,” pesan ibunya. Khalid menyanggupinya.
Khalid pun menghitung menit demi menit, jam demi jam karena saking rindunya ia terhadap negeri yang banyak ia dengar dari banyak orang yang telah pergi kesana. Kerinduan mengalahkan segalanya. Bayangan tentang keindahan, kemodernan negeri itu yang selama ini hanya ia dengar dan ia amati dari cerita banyak orang, sebentar lagi akan segera berubah menjadi kenyataan yang akan dialami sendiri. Betapa berbahagianya dia nanti. Negeri itu adalah segala-galanya bagi Khalid saat itu.
Dan, memang begitulah adanya. Negeri itu segala-galanya bagi Khalid. Sekejap saja kakinya berpijak di negeri tersebut, segala pesan ibunya yang ia simak saat berangkat secara begitu mengharukan, kontan menguap begitu saja. Nyaris tidak tersisa sejumputpun. Ia sudah lupa diri. Tak hanya lupa diri, bahkan berangsur-angsur ia mulai melupakan Allah, Rabb yang selalu mendengar dan melihat, dimanapun manusia berada. Continue reading →
Popularity: 100% [?]
Komentar