Antara Gunung Dan Lalat

Di antara ucapan emas Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah di dalam Shahih-nya, beliau berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah gunung dan dia merasa khawatir gunung itu akan runtuh menimpa dirinya. Dan sesungguhnya seorang fajir (ahli maksiat) melihat dosa-dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, lalu dia mengusirnya dengan cara begini -Abu Syihab berkata; yaitu dia menepisnya dengan tangan dari atas hidungnya-…” (HR. Bukhari [6308], lihat Fath al-Bari [11/118])

Riwayat ini menunjukkan kepada kita bagaimanakah semestinya sikap seorang mukmin terhadap dosa-dosanya. Semestinya seorang mukmin merasa takut atas dosa-dosanya, karena sedikitnya rasa takut akan hal itu merupakan pertanda kefajiran dirinya (lihat Fath al-Bari [11/120]) Continue reading →

Popularity: 70% [?]

Bukankah Telah Terbukti bahwa Terapi Musik Bermanfaat?!

kedokteran islamInilah mungkin alasan yang dikemukakan oleh orang – orang yang hatinya belum sepenuhnya menerima penjelasan di atas dengan penuh kepasrahan. Mereka berdalih dengan “bukti – bukti ilmiah” dari Al – Qur’an dan As – Sunnah. Anggapan mereka, bukti bahwa terapi musik itu bermanfaat adalah “bukti” tentang bolehnya menggunakan musik sebagai salah satu bentuk terapi pengobatan.

Untuk membantah anggapan tersebut, maka perlu kita ketahui tentang suatu kaidah penting dalam agama ini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama – rahimaullah -. Kaidah tersebut adalah,

” Syari’at tidaklah memerintahkan sesuatu, kecuali di dalamnya murni terdapat manfaat ( tidak menimbulkan bahaya sama sekali ) atau manfaatnya jauh lebih besar daripada bahaya yang ditimbulkan. Dan tidaklah syari’at melarang sesuatu, kecuali di dalamnya murni terdapat bahaya ( tidak ada manfaatnya sama sekali ) atau bahaya yang ditimbulkan jauh lebih banyak daripada manfaat yang didapatkan”

Continue reading →

Popularity: 75% [?]

Figur Rasulullah

buku figur rasulullah

PS-FG

Diantara gambaran kehidupan beliau dalam berbagi kepada umatnya, beliau mendahulukan orang-orang yang lebih utama, beliau membagi bergantung pada keutamaan mereka dalam agama. Sebagian mereka ada yang memiliki satu kebutuhan,sebagaian lagi ada yang memiliki dua kebutuhan, dan sebagian lagi mempunyai banyak kebutuhan. Maka beliau menyibukkan diri dengan mereka dan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik untuk mereka serta menyibukkan ummat dari bertanya kepada beliau dan memberitahukan apa yang patut bagi mereka. Beliau bersabda,” Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir. Sampaikanlah kepadaku suatu kebutuhan orang yang tidak sanggup menyampaikannya. Karena, barangsiapa yang menyampaikan kepada penguasa suatu kebutuhan orang yang tidak sanggup untuk menyampaikannya,Allah akan menguatkan kedua kakinya1 di hari Kiamat “2

Kepada beliau tidak disebutkan selain itu,beliau tidak menerima dari seorang pun selain itu. Tokoh – tokoh mereka ( kalangan sahabat ) masuk menemui beliau, mereka tidak bubar kecuali ( setelah mendapatkan ‘santapan’ ruhani dari beliau ), mereka keluar dan menjadi petunjuk ( bagi Orang lain ) dengan membawa kebaikan.

Al-Hussain berkata : “ Kemudian aku bertanya kepada ayahku tentang tata-cara beliau keluar, apa yang beliau lakukan? Ayahku menjawab: “ Rasulullah – shalallahu ‘alayhi wa sallam – selalu menahan lidahnya kecuali apa yang penting baginya. Beliau berlemah lembut kepada mereka dan tidak membuat mereka lari3 , beliau memuliakan orang mulia dari setiap kaum dan menjadikannya pemimpin bagi kaum tersebut. Beliau berhati – hati dari setiap orang dan menjaga diri dari mereka tanpa menghilangkan lemah – lembut dalam berperilaku dan bertutur kata terhadap siapapun. Continue reading →

Popularity: 100% [?]

Kisah Pemuda Arab Bernama Khalid

karangan ustadz abu umar basyier

SP-MTEP

 

Ia bernama Khalid. Ia tinggal di Riyadh, ibu kota Saudi Arabia.

Sesudah menamatkan pendidikan SMU nya, Khalid tentu saja memiliki cita-cita sebagaimana yang diimpikan oleh kalangan remaja modern di tanah Arab bahkan dunia Islam pada umumnya sekarang ini, untuk pergi ke luar negeri dan melanjutkan studi di negeri-negeri barat, jauh dari penglihatan dan kontrol keluarga maupun masyarakatnya. Sementara antara kedua dunia itu –barat dan masyarakat Islam- ada jurang perbedaan yang begitu mencolok.

Orang tua Khalid, bahkan sangat mendukungnya dan mau bersusah payah untuk menyiapkan berbagai hal yang akan dia perlukan, saat belajar di luar nanti. Bagi mereka belajar di luar negeri adalah kebanggaan tersendiri. Betapapun untuk itu, mereka harus merelakan anak mereka tinggal berjauhan dengan mereka, hidup di negeri asing, dan harus berjuang mengatasi segala perbedaan yang ada.

Waktu berangkat pun tiba. Sang ibu melepas putra kesayangannya itu, menciumnya dengan sedih dan perih. Si ibu mengingatkan, agar dia menghindari segala kebiasaan buruk kaum remaja di negeri orang nanti. “Jangan coba-coba melakukan hal yang dapat mencoreng kehormatan keluarga kita,” pesan ibunya. Khalid menyanggupinya.

Khalid pun menghitung menit demi menit, jam demi jam karena saking rindunya ia terhadap negeri yang banyak ia dengar dari banyak orang yang telah pergi kesana. Kerinduan mengalahkan segalanya. Bayangan tentang keindahan, kemodernan negeri itu yang selama ini hanya ia dengar dan ia amati dari cerita banyak orang, sebentar lagi akan segera berubah menjadi kenyataan yang akan dialami sendiri. Betapa berbahagianya dia nanti. Negeri itu adalah segala-galanya bagi Khalid saat itu.

Dan, memang begitulah adanya. Negeri itu segala-galanya bagi Khalid. Sekejap saja kakinya berpijak di negeri tersebut, segala pesan ibunya yang ia simak saat berangkat secara begitu mengharukan, kontan menguap begitu saja. Nyaris tidak tersisa sejumputpun. Ia sudah lupa diri. Tak hanya lupa diri, bahkan berangsur-angsur ia mulai melupakan Allah, Rabb yang selalu mendengar dan melihat, dimanapun manusia berada. Continue reading →

Popularity: 100% [?]