Dzikr dan doa memiliki adab-adab yang disyariatkan
Pertama, hendaklah Anda mengetahui bahwasanya sejarah para nabi, rasul dan orang-orang sholih menyebutkan bila mereka ingin kebutuhan mereka dikabulkan oleh Alloh, maka sebelum memohon, biasanya mereka besegera melakukan hal-hal berikut; berdiri dihadapan Robb mereka dengan merapatkan barisan, menengadahkan tangan mereka dan air mata mereka mengalir di pipi. Selanjutnya, mereka memulai bertaubat dari kemaksiatan dan keluar dari penyimpangan yang pernah mereka lakukan. Juga, mereka memasukan kekhusyukan ke dalam hati, berpegang teguh serta merendahkan dri.
Lalu, mereka memulai doa dengan memuji Dzat yang mereka ibadahi, menyucikan, dan mengagungkan serta memuji segala yang menjadi kekhususan-Nya. Kemudian, mereka baru memanjatkan doa mereka.
Kedua, hendaklah dilakukan dengan ikhlas,mengharap pahala, takut siksa, merendahkan diri dan khusyuk.
Ketiga, hendaklah memohon kepada Alloh dengan azam yang kuat. Dan, janganlah ia sekali-kali mengatakan, “Jika Engkau berkenan, berilah aku.”
Keempat, hendaklah memperkuat harapannya kepada Alloh dan jangan berputus asa dari rahmat-Nya.
Kelima, hendaklah seseorang juga mendoakan orang-orang mukmin.
Keenam, hendaklah memulai dengan kalimat tauhid, Continue reading →
Popularity: 4% [?]


Di antara ucapan emas Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah di dalam Shahih-nya, beliau berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah gunung dan dia merasa khawatir gunung itu akan runtuh menimpa dirinya. Dan sesungguhnya seorang fajir (ahli maksiat) melihat dosa-dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, lalu dia mengusirnya dengan cara begini -Abu Syihab berkata; yaitu dia menepisnya dengan tangan dari atas hidungnya-…” (HR. Bukhari [6308], lihat Fath al-Bari [11/118])
Komentar