Adab – Adab Berdo’a Dan Bedzikir

ada berdoaDzikr dan doa memiliki adab-adab yang disyariatka

Pertama, hendaklah Anda mengetahui bahwasanya sejarah para nabi, rasul dan orang-orang sholih menyebutkan bila mereka ingin kebutuhan mereka dikabulkan oleh Alloh, maka sebelum memohon, biasanya mereka besegera melakukan hal-hal berikut; berdiri dihadapan Robb mereka dengan merapatkan barisan, menengadahkan tangan mereka dan air mata mereka mengalir di pipi. Selanjutnya, mereka memulai bertaubat dari kemaksiatan dan keluar dari penyimpangan  yang pernah mereka lakukan. Juga, mereka memasukan kekhusyukan ke dalam hati, berpegang teguh serta merendahkan dri.

Lalu, mereka memulai doa dengan memuji Dzat yang mereka ibadahi, menyucikan, dan mengagungkan serta memuji segala yang menjadi kekhususan-Nya. Kemudian, mereka baru memanjatkan doa mereka.

Kedua, hendaklah dilakukan dengan ikhlas,mengharap pahala, takut siksa, merendahkan diri dan khusyuk.

Ketiga, hendaklah memohon kepada Alloh dengan azam yang kuat. Dan, janganlah ia sekali-kali mengatakan, “Jika Engkau berkenan, berilah aku.”

Keempat, hendaklah memperkuat harapannya kepada Alloh dan jangan berputus asa dari rahmat-Nya.

Kelima, hendaklah seseorang juga mendoakan orang-orang mukmin.

Keenam, hendaklah memulai dengan kalimat tauhid, Continue reading →

Popularity: 4% [?]

Hal-hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

al wajibatSebagaimana diketahui  oleh ummat Islam, berdasarkan  dalil-dalil syari’at dari al-Qur’an dan as-Sunnah, bahwasanya setiap amal dan ucapan seseorang akan dipandang benar dan dapat diterima jika berdasar ‘aqidah yang benar. Apabila ‘aqidahnya tidak benar, maka setiap amalan ucapannnya akan menjadi batal atau tidak sah.

Risalah ini diterjemahkan dari kitab at-Tanbiihat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimat al-Ma’rifah ‘alaa Kulli Muslim wa Muslimah, yang ditulis secara sistematis dan disertai penjelasan yang luas oleh Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraisi.

Dalam risalah ini dijelaskan tiga landasan pokok yang wajib dipelajari setiap muslim dan muslimah, yaitu mengenal Allah ‘azza wa jalla, mengenal agama-Nya (Islam),dan mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi sallam. Ketiga hal itulah yang aka ditanyakan kepada setiap setiap hamba ketika ia berada di alam kubur.

Jika ditanya: “Siapa Rabbmu?” Maka jawablah: “Rabbku adalah Allah yang telah memeliharakudan memelihara semua makhluk di alam semesta ini dengan berbagai nikmat-Nya. Dialah yang aku ibadahi dan tidak ada yang patut diibadahi selain Dia semata.”

Dan jika Anda ditanya: “Apakah agamamu?” Maka jawablah: “Agamaku Islam.” Yaitu penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mengesakan-Nya, tunduk patuh kepada-Nya,mentaati-Nya, serta melepaskan diri dari kesyirikan dan  para pelakunya.

Dan jika Anda ditanya: “Siapa Nabimu?” Maka jawablah: “Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Muththalib bin Hasyim.” Hasyim berasal dari suku Quraisy; Quraisy berasal dari bangsa Arab; dan bangsa Arab itu sendiri merupakan keturunan Isma’il bin Ibrahim al-Khalil. Semoga shalawat dansalam senantiasa Allah curahkan kepada Isma’il ‘alaihi sallam., kepada Ibrahim ‘alaihi sallam, juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi sallam. Continue reading →

Popularity: 17% [?]

Manhaj Aqidah Imam Syafii

manhaj aqidah imam syafiiMasalah aqidah merupakan dasar dan pondasi bagi agama seseorang, ia menjadi landasan setiap yang dilakukannya, dan ia juga menjadi penentu bagi kehidupan manusia.

Buku ini adalah buku yang sangat baik dan berharga, yang mengupas manhaj (metode) ber’aqidah seorang imam besar  yang diikuti oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Imam asy-Syafi’i. Beliau juga dikenal sebagai pembelah sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi sallam dan satu imam madzhab yang empat.

Dasar-dasar Imam asy-Syafi’i dalam menetapkan ‘aqidah dan perbandingannya dengan Manhaj Salaf dan Mutakallimin. Apabila Madzhab Salaf  memprioritaskan dalil naqli yang tertuang dalam al-Qur’an dan as-Sunnah,dan akal ikut kepadanya; madzhab Khalaf sebaliknya, mereka mendahulukan dalil ‘aqli.

Inilah dasar metode Mutakallimin yang paling utama. Karena dasar inilah, mereka menolak banyak masalah ‘aqidah yang telah jelas-jelas ditetapkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah dengan dalih masalah-masalah tersebut bertentangan dengan akal/rasio.

Perenungan dan pemahaman akal sehat yang sesuai fithrah bukanlah yang dimaksud dengan ‘aqli. Sebab, sampai kapan pun juga akal seperti itu tidak pernah bertentangan dengan syari’at, bahkan setiap apa yang dibawa oleh al-Qur’an dan as-Sunnah niscaya akan diterima oleh akal seperti ini. Continue reading →

Popularity: 20% [?]

Antara Gunung Dan Lalat

Di antara ucapan emas Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah di dalam Shahih-nya, beliau berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah gunung dan dia merasa khawatir gunung itu akan runtuh menimpa dirinya. Dan sesungguhnya seorang fajir (ahli maksiat) melihat dosa-dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, lalu dia mengusirnya dengan cara begini -Abu Syihab berkata; yaitu dia menepisnya dengan tangan dari atas hidungnya-…” (HR. Bukhari [6308], lihat Fath al-Bari [11/118])

Riwayat ini menunjukkan kepada kita bagaimanakah semestinya sikap seorang mukmin terhadap dosa-dosanya. Semestinya seorang mukmin merasa takut atas dosa-dosanya, karena sedikitnya rasa takut akan hal itu merupakan pertanda kefajiran dirinya (lihat Fath al-Bari [11/120]) Continue reading →

Popularity: 65% [?]